Direktur Polbangtan Malang Tekankan Pentingnya Pemanfaatan Alsintan

TIMESINDONESIA, TULUNGAGUNG – Alat dan mesin pertanian (alsintan) sangat dibutuhkan dalam pembangunan pertanian. Peningkatan teknologi tepat guna melalui alsintan ini sangat dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pertanian. Hal itu diungkapkan Direktur Polbangtan Malang (Politeknik Pembangunan Pertanian Malang) Dr Bambang Sudarmanto pada kegiatan bertajuk Sosialisasi Dalam Rangka Mendukung Program Dirjen Prasarana Sarana Pertanian pada Kegiatan Luas Tambah Tanam Padi dan Optimalisasi Alsintan Wilayah Korem 081 Madiun, Senin (8/4/2019) di Hotel Victoria, Tulungagung.

Direktur Polbangtan Malang memaparkan, peran alsintan dalam pengembangan pertanian bukan sebatas proses budidaya dan pascapanen, tapi juga upaya pengembangan proses hasil panen menjadi aneka produk pangan tambahan.

Adanya alsintan ini menjadi pemicu transformasi teknologi kepada petani menuju pertanian yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan. “Teknologi mekanisasi tersebut harus mencakup dari hulu sampai hilir sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, akan tetapi kesejahteraan petani,” ujar Bambang.

Peran strategis mekanisasi pertanian melalui alsintan adalah proses menjadi lebih cepat. Dengan mekanisasi, kata dia, pengolahan lahan, panen, dan pascapanen dapat dilakukan dengan cepat.

Selain itu, lanjutnya, proses akan lebih efisien karena kebutuhan ongkos akan lebih rendah dibandingkan secara tradisional atau manual, baik untuk olah lahan maupun untuk panen.

Alsintan juga menekan kehilangan hasil dan meningkatkan nilai tambah, misalnya penggunaan mesin thresser (perontok) yang efektif akan dapat menurunkan kehilangan hasil. Namun, kelebihan alsintan ini juga perlu menuntut prasyarat kelengkapan dan kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan itu sendiri.

Bambang mengatakan, penerapan alsintan diharapkan dapat memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usaha tani, baik saat secara on-farm, panen (harvesting) maupun pascapanen (off-farm), menekan ongkos produksi, menekan kehilangan hasil menuju efisiensi usahatani sehingga meningkatkan pendapatan petani.

“Berkenaan dengan efektivitas dan efisiensi alsintan ini, sangat perlu diperhatikan ketepatan alokasi alsintan sesuai kondisi lahan (the right machine on the right land),” jelasnya.

Bambang menyebutkan, sepanjang tahun 2014 sampai tahun 2017 Kementerian Pertanian telah menggelontor bantuan alsintan di Provinsi Jawa Timur yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Bantuan tersebut berupa traktor roda dua sebanyak 14.594 unit, traktor roda empat (588 unit), combine harvester kecil (1.190 unit), combine harvester sedang (466 unit), combine harvester besar (86 unit), serta pompa air (7.949 unit).

Diharapkan, petani atau kelompok tani yang telah menerima bantuan bisa merawat alsintan yang sudah dimiliki. Mesin yang tidak dirawat cenderung akan cepat rusak. Jika alsintan sudah memperlihatkan rusak ringan, tapi tidak dilakukan perbaikan, maka rusak ringan ini akan menjadi rusak berat.

“Selain itu, alsintan yang ada juga harus digunakan seoptimal mungkin, jangan sampai alsintan tidur dan tidak terpakai dan akhirnya rusak,” tandasnya.

Pentingnya alsintan dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pertanian ini, diamini oleh Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun, Kolonel Inf. Masduki, SE., M.Si, yang hadir dalam sosialisasi. Dalam pemanfaatan alsintan, Polbangtan Malang menggandeng Korem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *