| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Akademisi Malang Sebut ATM Pertanian Sikomandan sebagai Solusi Cerdas

Akademisi Malang Sebut ATM Pertanian Sikomandan sebagai Solusi Cerdas

Kementan RI telah meluncurkan ATM beras gratis di 12 titik di Jabodetabek. ATM beras gratis yang dinamakan ATM Pertanian Sikomandan tersebut dioperasikan untuk menyediakan 1,5 ton beras untuk 1.000 orang per harinya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengungkapkan masyarakat bisa memperoleh 1,5 kg beras gratis dari mesin ATM tersebut.

“ATM beras ini dikembangkan oleh Balitbangtan Kementan, memiliki kapasitas muat 180 kg dengan keluaran beras 1,5 kg. ATM beras ini mampu beroperasi selama 12 jam per hari. Jadi tinggal tekan, berasnya keluar,” kata SYL saat peluncuran ATM Pertanian Sikomandan di Jakarta, pekan lalu.

Sementara itu, respon publik dan para insan pertanian tanah air sangat positif menyambut peluncuran ATM beras tersebut.

Sebab, di tengah situasi pandemi sekarang ini, keberadaan ATM Pertanian Sikomandan dianggap sebagai solusi cerdas terutama dalam hal pendistribusian sembako untuk warga terdampak yang minim akses beras. Sehingga menjadi lebih praktis, tepat sasaran dan menghindari kerumunan.

Hal ini megundang respon kalangan akademisi di Jawa Timur, melalui diskusi yang dilakukan secara daring di Malang (25/4). Dr. Ir. Suhirmanto, M.Si salah satu Dosen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, mengatkan bahwa ATM beras yang diluncurkan Kementan ini merupakan terobosan yang bagus dan perlu dipikirkan juga kaitannya dengan pengabdian masyarakat.

“Data yang saya baca, saat ini jumlah orang yang dirumahkan sekitar 1,9 juta orang di Jakarta saja berkisar 500 ribu orang,” ungkap Dosen sekaligus Ketua Tim pendamping Kostratani Jatim tersebut.

Lebih lanjut, ia menuturkan melalui daring bahwa FAO telah memperingatkan akan dampak covid-19 dan kekeringan yang panjang akan memicu terjadinya krisis pangan dunia atau kelaparan.

“Bagi kita di jajaran Kementerian Pertanian, atas dasar referensi inilah, maka kita ini menjadi orang-orang di garda depan yang harus menyelamatkan bangsa. Kita lah tumpuan negera ini yang diharapkan Presiden bekerja untuk mengamankan perut rakyat yang jumlahnya 267 juta jiwa itu,” kata Suhirmanto.

Setidaknya, menurut Suhirmanto saat menyampaikan opini dan pandangannya melalui daring, ada 5 (lima) hal yang harus kita lakukan yaitu Pastikan stock pangan cukup dan aman. Perbaiki dan carikan jalan agar rantai pasok tidak ribet dan lancar. Kerja sama yg harmonis dengan semua pihak terutama TNI dan Polri. Terus semangati petani dan fasilitasi dengan stimulus yang mampu mendorong mereka bertanam lebih maksimal dan lebih besar lagi. Dan hindari berbagai hal yg ber-aroma penyelewengan, ketidak tulusan dan kesan-kesan negatif dari publik.

Dengan merujuk pada satatement Menteri SYL, ia melanjutkan paparannya. “Waktunya kita jadi pejuang dan pahlawan, juga pada negeri dan rakyat indonesia kita bukan cari nama, kita tidak dalam pendekatan politik apapun. Ini abdi kita pada bangsa, don’t stop pangan Indonesia!,” tegasnya. (*)


Sumber :

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/267634/akademisi-malang-sebut-atm-pertanian-sikomandan-sebagai-solusi-cerdas

Leave a Reply