| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Anggota Komisi IV DPR RI Sebut Lima Tantangan Pertanian Nasional

Anggota Komisi IV DPR RI Sebut Lima Tantangan Pertanian Nasional

Anggota Komisi IV DPR RI Endro Hermono menyebut lima permasalahan dan tantangan pertanian nasional. Pertama adalah perubahan iklim atau cuaca.

Perubahan iklim, kata Endro, yang meningkatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor.

Tantangan kedua adalah sistem irigasi. Pria lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menyebut permasalahan terkait dengan sistem irigasi di antaranya pendangkalan sungai, waduk, kanal. Lalu buruknya sistem distribusi pengelolaan air.

Hal ketiga yang menjadi permasalahan dan tantangan yakni lahan pertanian. Dimana yang terjadi saat ini adalah kurangnya ketersediaan lahan pertanian baru, serta maraknya konversi lahan pertanian menjadi lahan permukiman dan industri.

Tantangan keempat adalah regenerasi pertanian. Endro menyebut ada 33,4 juta di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 2,7 juta petani yang berusia muda atau disebut petani milenial. Selebihnya yakni 30,7 juta tergolong petani usia ‘kolonial’.

“Sangat kecil sekali jumlah petani milenial,” ujarnya di hadapan para peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian di Gedung Serbaguna Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, Selasa (30/3/2021).

Dan, tantangan kelima terkait dengan industri pertanian. Ia menyebut masih minimnya pengembangan industri pertanian nasional yang inovatif, berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Atas permasalahan dan tantangan tersebut, DPR RI melakukan upaya dukungan yang sesuai dengan tugas dan fungsinya yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Terkait legislasi, Endro menyebut sejumlah undang-undang (UU) yang berhubungan dengan pertanian di antaranya UU Pokok Agraria No.5 Tahun 1960, UU Hortikultura No.13 Tahun 2010, UU Pangan No.18 Tahun 2012, dan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani No.19 Tahun 2013.

Upaya yang berkaitan dengan anggaran, kata Endro, Komisi IV DPR RI setiap tahunnya mengusulkan untuk meningkatkan anggaran pertanian, terutama anggaran prasarana dan sarana pertanian, peningkatan produktivitas pangan dan hortikultura.

Sedangkan dalam hal pengawasan stakholder pertanian, Komisi IV DPR RI melakukan berbagai upaya seperti penguatan koordinasi lintas sektoral, penggunaan anggaran pertanian tepat sasaran.

“Peningkatan produksi pangan, holtikultura, dan ternak, serta distribusi pupuk bersubsidi,” sambungnya dalam kegiatan yang diselenggarakan bersama Polbangtan Malang itu.

Komisi IV DPR RI juga memberikan dukungan dalam bentuk bantuan seperti alat mesin pertanian dan ternak, serta dukungan pelatihan. Beberapa pelatihan yang sudah berjalan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian di antaranya Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP), Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services), serta pelatihan dan penyuluhan SDM pertanian. “Untuk mewujudkan SDM pertanian yang kreatif, inovatif, dan berwawasan global,” lanjut pria asli Blitar itu.

Selain itu, Komisi IV DPR RI juga mendukung research dan development (penelitian dan pengembangan) demi kemajuan pertanian nasional. Pertanian, kata Endro, merupakan kegiatan yang tidak akan pernah mati sehingga perlu adanya generasi penerus yang bergerak di bidang pertanian.

Dalam paparannya, anggota Komisi IV DPR RI itu kembali menegaskan dukungannya kepada para petani muda untuk bergerak cepat dalam proses pemanfaatan teknologi sehingga dapat meningkatkan nilai jual produk pertanian. (*)


Sumber :

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/338048/anggota-komisi-iv-dpr-ri-sebut-lima-tantangan-pertanian-nasional#.YGRYNl3uMtc.whatsapp

Leave a Reply