| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Era Digital, Petani dan Penyuluh Harus Melek Teknologi

Era Digital, Petani dan Penyuluh Harus Melek Teknologi

Di era digital seperti saat ini, petani dan penyuluh pertanian dituntut mengetahui perkembangan teknologi informasi atau melek teknologi. Mengingat segala bentuk informasi terkait dengan pertanian dapat diakses melalui media digital.

“Ini yang mengharuskan mau tidak mau kapasitas SDM dari petani maupun penyuluh harus ditingkatkan,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Nevi Setyabudiningsih.

Dia menyampaikan hal tersebut saat kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian di Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Selasa (30/3/2021). Bimtek ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian yang diwakili Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI.

Dia mengatakan, peningkatan kapasitas untuk petani dan penyuluh dalam bentuk pelatihan juga diadakan secara rutin oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, sejak beberapa tahun lalu. Hal itu penting diprioritaskan, tegas dia, karena perkembangan pembangunan pertanian yang luar biasa.

Apalagi, lanjutnya, Kabupaten Blitar kaya akan potensi pertanian. Ada berbgai macam komoditas mulai sayur mayur seperti kentang, wortel, dan cabai rawit.

Mengenai cabai rawit, kata dia, Kabupaten Blitar merupakan penyangga nasional dimana keberdayaan cabai akan sangat menentukan fluktuasi di tingkat nasional.

“Tentunya juga perlu informasi harga, jadwal tanam, dan sebagainya yang semuanya melalui sistem yang dikembangkan secara digital. Sehingga di sini sangat perlu peningkatan kapaitas SDM penyuluh dan petani,” ujarnya mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar.

Dalam forum tersebut, Nevi juga menyinggung permasalahan alih fungsi lahan. Sebagai salah satu solusinya, kata Nevi, dalam waktu dekat akan dibuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Menurutnya, perda tersebut penting untuk menjaga potensi-potensi pertanian yang ada di Kabupaten Blitar.

Permasalahan lain yang juga disinggung adalah tenaga kerja di bidang pertanian atau regenerasi pertanian. “Jadi perlu regenerasi ke generasi penerus yang masih muda atau petani milenial,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan, salah satu solusi dalam permasalahan tenaga kerja pertanian adalah alsintan atau alat mesin pertanian. “Ini sangat sangat membantu di kelompok tani,” tuturnya.

Selain itu, masalah ketahanan pangan menjadi sangat penting. Dan sebagai solusi, ketahanan pangan harus dimulai dari rumah tangga.

Bicara program pertanian di Kabupaten Blitar ke depan, ia mengatakan pengembangan pertanian organik, baik produk maupun pupuknya. Seperti yang sudah berjalan yakni padi organik baik beras putih, beras hitam, maupun beras merah. Selain itu, akan dikembangkan pula sentra tanaman padi di sejumlah Kecamatan seperti Selopuro dan Wlingi.

Berbagai tantangan dan rencana tersebut perlu didukung oleh berbagai pihak, terutama petani dan penyuluh pertanian sebagai ujung tombak yang harus terus meningkatkan kapasitasnya, termasuk dalam penguasaan teknologi atau melek teknologi. (*)


Sumber :

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/338091/era-digital-petani-dan-penyuluh-harus-melek-teknologi#.YGRYaEoNvxA.whatsapp

Leave a Reply