| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Kembangkan Maggot, Polbangtan Malang Libatkan Mahasiswa Berdayakan BUMDes Tambaksari

Kembangkan Maggot, Polbangtan Malang Libatkan Mahasiswa Berdayakan BUMDes Tambaksari

Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) menggelar kerja sama dengan Desa Tambaksari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang dalam mengatasi permasalahan sampah organik dengan maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF).

Acara dibuka oleh Direktur Polbangtan Malang, Dr. Bambang Sudarmanto dan dihadiri oleh sejumlah perangkat desa, perwakilan mahasiswa Polbangtan Malang, dosen dan juga Direktur Polbangtan Malang, Selasa (30/12/2020).

Polbangtan-Malang.jpg

Bambang mengatakan kerja sama dengan Polbangtan Malang dengan Desa Tambaksari Tajinan Kabupaten Malang ini adalah termasuk dalam program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP), Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) bagi mahasiswa Polbangtan Malang.

“Kami berharap usaha BSF Maggot ini dapat menjadi pilot project bagi pengembangan usaha mahasiswa ke depan dan dapat menjadi percontohan usaha bagi mahasiswa lainnya dengan program serupa,” tegas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan bahwa dalam farm maggot ini terdapat 6 kelompok mahasiswa yang terlibat, dengan harapan usaha rintisan yang dilakukan dapat berkembang lebih optimal.

“Ucapan terima kasih disampaikan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang telah memfasilitasi mahasiswa kami untuk melakukan budidaya maggot di Desa Tambak Asri Kecamatan Tajinan ini,” ungkapnya.

Polbangtan-Malang-3.jpg

Sementara itu, Luki Amar Hendrawati selaku dosen pembimbing mengatakan bahwa sampah masih menjadi masalah serius hingga saat ini. Untuk menangani ini butuh berbagai terobosan, salah satunya adalah dengan membudidayakan maggot atau belatung dari lalat black soldier fly.

“Nah, maggot ini bisa dimanfaatkan untuk mengurai sampah lebih cepat, sehingga permasalahan sampah berangsur angsur bisa diatasi,” imbuh Luki.

Menurutnya, budidaya maggot prospektif untuk dikembangkan dan dapat menghasilkan keuntungan bagi mahasiswa sebagai calon enterpreuner sesuai dengan roh dan tujuan program PWMP dan YESS.

Kegiatan berlanjut dan diakhiri dengan penandatanganan kerjasama Polbangtan Malang dengan Desa Tambaksari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. (*)


Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/319137/kembangkan-maggot-polbangtan-malang-libatkan-mahasiswa-berdayakan-bumdes-tambak-asri

Leave a Reply