| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Kementan Dampingi Panen Raya di Jatim, Komisi IV DPR RI Apresiasi Petani

Kementan Dampingi Panen Raya di Jatim, Komisi IV DPR RI Apresiasi Petani

Pemenuhan kebutuhan pangan untuk 267 juta penduduk, ditengah kondisi sedang pandemi saat ini mengharuskan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk all out melakukan pengawalan dan pendampingan kepada petani agar pertanian tidak berhenti.

Tanggung jawab ini akan mudah direalisasikan dengan cara saling bekerjasama seperti yang dibuktikan para petani di wilayah binaan Kostratani Jombang, Jawa Timur.

Musim Panen-1 (MP1) petani di Desa Nglele, Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang  Rabu (22/4) yang juga dihadiri oleh anggota Komisi IV DPR RI  Ema Ummiyatul Chusnah, ST., M.Pd merupakan bentuk sinergi antara lembaga, baik pusat maupun daerah.

Petani-Desa-Nglele.jpg

Menurut Dr. Priadi, MM Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jombang bahwa target produksi gabah tahun ini sekitar 225 ribu ton atau setara beras 199 ribu ton tahun ini yang sudah di panen pada MP1 sebanyak 31,6 ribu ton. Sementara, jumlah penduduknya 1,26 Juta itu membutuhkan beras 101 ribu ton.

“Jadi, hasil panen di MP1 ini saja, dimakan orang Jombang sudah surplus 59 ton, belum di Musim Kemarau -1 (MK1) dan MK2” Ujar Priadi disela aktivitas pendampingan panen raya di Desa Nglele, Rabu (22/4).

Ning Ema, sapaan akrab anggota Komisi IV DPR RI dapil Jatim VIII ini dalam sambutannya di lokasi panen raya menyampaikan apresiasi atas kiprah jajaran Kementan, para penyuluh, mantri tani dan pendamping dari Politeknik Pembangunan Pertanian Malang atas kegiatan pendampingan yang telah dilakukannya sehingga petani tetap bisa produksi dan panen meski saat pandemi covid seperti saat ini.

‘’Kementan sudah memberi jaminan stok pangan ke depan aman, dan kita sudah membuktikan di Kabupaten Jombang ini bisa melakukan panen raya, semoga petani mendapatkan manfaat dan barokahnya dari panen raya ini,” tegas Ning Ema optimis.

Menurutnya, di tengah keresahan masyarakat dalam kondisi covid19 sekarang ini selain memastikan stok pangan aman, yg paling penting adalah harganya juga normal terutama menjelang bulan Ramadhan.

Kementan.jpg

Pihaknya akan melakukan rapat anggaran di Komisi IV DPR RI terkait refocusing anggaran. Dimana anggaran semua Kementerian saat ini dipangkas untuk menyikapi dan mengantisipasi wabah covid-19.

“Saya berharap program-program untuk subsidi bagi petani segera bisa direalisasikan dan disiapkan semuanya. Sehingga petani tetap bisa bercocok tanam dan produksi,” pungkas wanita yang sangat disegani kalangan nahdliyin Jombang ini.

Dalam situasi saat ini, pertanian juga merupakan garda terdepan dalam mengatasi virus covid-19. Sebab, pemenuhan kebutuhan pangan juga berperan penting untuk menjaga imunitas tubuh.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengatakan, masyarakat harus terus tercukupi kebutuhan pangannya karena ini yang menjadi kekuatan bangsa.

”Di tengah serangan virus Covid-19 pertanian menjadi sumber kekuatan dan penyelamat bangsa,” kata SYL.

Arahan tersebut dipertegas kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi bahwa pertanian tidak berhenti walaupun ditengah serangan Covid-19.

“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Saat ini pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis tapi juga seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarkat. Pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi,” ujarnya.

Dedi menyemangati para Penyuluh dan para Pendamping Kostratani daerah untuk tetap aktif dan produktif mendampingi petani, agar proses budidaya di lahan masing-masing, panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik. (*)


Sumber :

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/266939/kementan-dampingi-panen-raya-di-jatim-komisi-iv-dpr-ri-apresiasi-petani

Leave a Reply