| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Kementan RI Dorong Koorporasi Petani Kakao, Poktan Mulyojati Jadi Role Model di Jatim

Kementan RI Dorong Koorporasi Petani Kakao, Poktan Mulyojati Jadi Role Model di Jatim

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Mojokerto, Kamis (25/06/2020). Kunjungan SYL mendapat sambutan hangat dari para petani dan anggota poktan Mulyo Jati di Desa Wisata BMJ Mojopahit, Desa Randu Genengan, Kecamatan Dlangu, Kabupaten Mojokerto.

Sebab, poktan yang saat ini sudah punya destinasi kebun cokelat ini sedang membangun pabrik pengolahan cokelat dengan kapasitas 1 ton per hari diantaranya karena bantuan program dari Kementerian Pertanian.

Menurut Mentan SYL, Kakao merupakan Komoditi dari negara tropis yang tidak semua negara di dunia memiliki, dan kakao yang ada di Indonesia memiliki perbedaan dengan Kakao yang ada di Afrika dan lain-lain. Karena memiliki taste yang berbeda sebagai negara tropis. Semua orang di dunia butuh cokelat atau kakao.

“Kakao tidak pernah jatuh harganya, apalagi disaat krisis seperti ini orang butuh imun yang lebih baik dan butuh cokelat yang lebih banyak. Di luar negeri minum cokelat itu bagian dari budaya mereka, berarti apapun yang dihasilkan oleh kita dari Kakao itu tetap dibutuhkan,” ujar SYL.

Syahrul-Yasin-Limpo.jpg

Lebih lanjut, Mentan menjelaskan tentang hal yang spesifik dari kakao yang dihasilkan oleh Petani di Mojokerto, ini berbasis home industri melalui usaha kelompok bersama yang terdiri dari kelompok-kelompok tani kakao yang dimanaje dalam bentuk koorporasi yang kuat. Sehingga kakao bukan lagi dalam bentuk butiran yang dijual ke luar negeri, tapi kita sudah memproduksi sampe end produknya. Dengan demikian nilai tambahnya menjadi lebih tinggi dan ini dimiliki oleh kelompok.

“Ini harus menjadi role model atau model percontohan yang harus dimiliki oleh kabupaten lainnya yang memiliki potensi-potensi kakao,” ungkap Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Senada dengan hal diatas, Prof. Dedi Nursyamsi Kepala Badan PPSDM Pertanian menegaskan, kalau selama ini petani hanya memproduksi hasil pertanian di hilir, maka ke depan, petani harus menjadi pengusaha sektor pertanian dari hulu hingga hilir, untuk mendorong produktivitas dan nilai tambah produk pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Jangan biarkan petani bekerja sendiri-sendiri. Ajak petani berjamaah mengembangkan pertanian di desa masing-masing melalui Poktan dan Gapoktan. Penyuluh pertanian berperan sebagai pendamping untuk transformasi dan memotivasi petani bergerak dan menumbuhkan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) sebagai cikal bakal pembentukan korporasi petani,” ungkap Dedi dalam jejak digitalnya

Sementara itu, Mulyono selaku Ketua Poktan Mulyo Jati mengungkapkan rasa bangganya atas dukungan yang telah diberikan pemerintah mulai dari  pemerintah daerah hingga pusat sehingga pihaknya saat ini bisa memfasilitasi 1337 orang petani kakao se kabupaten Mojokerto, yang tergabung dalam 21 poktan yang mengelola 447 ha kebun kakao dan ada 1300 ha yang mulai tanam.

“Ini merupakan sebuah gerakan dari bawah agar kita punya harga diri untuk bisa terjual, tiap hari dari petani kita menghasilkan produk 3 kwintal. Dan, melihat perkembangan jumlah petani kakao yang luar biasa, akhirnya kita tingkatkan dengan membuat pabrik pengolahan dengan kapasitas 1 ton per hari,” ungkap Mulyono.

Kini, Poktan Mulyo Jati sudah bisa menciptakan 60 jenis produk dari Kakao, mulai dari hulu sampai hilir yang dikemas dengan brand cokelat Majapahit. (*)


Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/279812/kementan-ri-dorong-koorporasi-petani-kakao-poktan-mulyojati-jadi-role-model-di-jatim

Leave a Reply