| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Mahasiswa Ini Bantu Petani Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pestisida

Mahasiswa Ini Bantu Petani Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pestisida

Pertanian tidak boleh berhenti, meski di tengah pandemi, petani tetap terus berproduksi. Slogan penyemangat ini perlu terus digaungkan selama manusia masih butuh makan.

Tak hanya Menteri Pertanian yang menggaungkan pesan moral tersebut disaat situasi sulit karena pandemi covid-19, Fajrina Nuzan (19 tahun) mahasiswa Polbangtan Malang ini turut aktif menggaungkannya melalui kreasi dan inovasi-inovasinya yang sederhana di bidang Pertanian. Terbukti dengan hasil racikannya berupa pestisida dari urine sapi, ia bisa membantu petani membasmi hama tanaman tanpa harus membeli mahal bahkan bisa membuatnya secara mandiri.

polbangtan-malang-2.jpg

”Banyak pestisida yang berbahan kimia harganya sulit dijangkau oleh Petani. Maka dengan Pestisida dari urine sapi ini bisa menekan biaya produksi dan hasil panenpun melimpah,” ujar Fajrin penuh optimistis, Senin (4/5/2020).

Menurutnya, dengan memanfaatkan urine sapi sebagai pestisida ini selain bisa mengurangi limbah kandang juga dapat mencegah kerusakan lahan pertanian yang terjadi akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan dan dilakukan terus-menerus.

“Petani yang hidup di pedesaan biasanya selain bertani juga memiliki ternak sapi, ini sesuatu hal yang sangat berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan” Kata mahasiswa jurusan penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan ini.

Fajrin, telah sukses membuktikan membuat urine sapi menjadi pestisida untuk membasmi hama dengan tips sebagai berikut: Urine sapi 3 liter, dicampur dengan 2 liter air cucian beras, lalu ditambahakan 1,5 liter air kelapa dan gula merah 1/2 kg sebagai pakan bakteri selama proses fermentasi. Tambahkan empon-empon yang telah ditumbuk sebanyak 5 ons untuk menghilangkan bau. Semua bahan ini bisa dengan mudah didapatkan oleh petani yang juga beternak sapi di pedesaan.

Selanjutnya campuran bahan tersebut masukkan ke dalam jeriken yang ditutup rapat dan diaduk setiap 2 hari sekali. Campura ini diamkan selama 3 minggu kemudian disaring. Maka jadilah pestisida yang siap digunakan dengan kadar 10 persen atau 1 liter urine yang sudah terfermentasi dicampur dengan 10 liter air lalu disemprotkan ke tanaman.

Penggunaan pestisida dari urine sapi ini selain sangat mudah diproduksi oleh petani dipedesaan juga dipastikan sangat ramah lingkungan. (*)


Sumber :

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/269428/mahasiswa-ini-bantu-petani-manfaatkan-urine-sapi-jadi-pestisida

Leave a Reply