| Pengumuman Hasil Tes CAT dan Ujian Wawancara Polbangtan 2019   | Tingkatkan Kualitas Calon Alumni Polbangtan Malang dengan Sertifikasi Kompetensi   | Seluruh ASN di Polbangtan Malang Dites Urine -

Metapor Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa Kementan

Metapor Raih Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa Kementan

Mesin Tetas Portabel atau Metapor, karya tiga mahasiswa Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Polbangtan Malang meraih juara 1 lomba karya ilmiah mahasiswa yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) BPPSDMP Kementerian Pertanian (Kementan).

Presentasi karya pada babak final hingga akhirnya juara dilaksanakan pada 4 September 2019 di Hotel Arch, Bogor.

Menurut koordinator penyelenggara Hermawan, SP.,MP yang juga Kasubid Penyelenggaraan Pendidikan Pusdiktan, Lomba Karya Inovatif Mahasiswa Polbangtan tahun 2019 diikuti oleh 29 tim yang kemudian setelah melalui proses seleksi diperoleh 6 finalis.

Sementara tim juri pada final kali ini sebanyak 3 orang, yaitu Prof. Dr. I Nyoman Widiarta dan Dr. Nuning Argo Subekti, M.Sc yang berasal dari Puslit Tanaman Pangan, serta Dr. Iwan Prihantoro, MSi dari Institut Pertanian Bogor.

Hermawan mengatakan lomba ini bertujuan untuk menghasilkan karya inovatif mahasiswa yang merupakan peserta didik pendidikan vokasi Kementan.

polbangtan.jpg

“Seluruh naskah yang masuk merupakan produk inovatif dan aplikatif sesuai dengan arah vokasional,” ujarnya, Kamis (5/9/2019).

Tim Polbangtan Malang yang lolos final dan juara ini terdiri dari 3 orang mahasiswa yang saat ini semester 7. Mereka adalah Yoga Prasetya Nugraha, Dwi Khonitan, dan Sindy Zela Oktavia. Dalam proses berkarya, tiga mahasiswa tersebut dibimbing oleh Dr. Setya Budhi Udrayana.

Sindy menuturkan, biaya pembuatan Mesin Tetas Portabel (Metapor) Ayam Buras Semi Otomatis Berbahan Kaleng Bekas ini sebesar Rp 105.000 per buah, dengan kapasitas 20 butir telur serta mampu menghasilkan daya tetas telur hingga 84,94 persen.

Daya tetas sebesar itu, jelas Sindy, disebabkan karena suhu dan kelembaban yang diperoleh dari mesin sederhana ini sangat stabil, sehingga perkembangan embrio didalam telur berjalan dengan baik hingga menetas.

Dosen pembimbing tim Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan bahwa ide pembuatan Metapor murni berasal dari mahasiswa yang membaca peluang serta tantangan di lapangan.

“Metapor merupakan jawaban sederhana, mudah dan murah yang dapat menjadi solusi untuk percepatan pengembangbiakan ayam, khususnya ayam buras di masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Uud ini.

Uud menyampaikan, setelah berhasil sebagai juara pertama pada Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa yang digelar Pusdiktan Kementan, tim Polbangtan Malang ini akan didorong untuk mengajukan HAKI atas produknya, Metapor. (*)


Sumber :

https://www.timesindonesia.co.id/read/227977/20190906/081230/metapor-raih-juara-1-lomba-karya-ilmiah-mahasiswa-kementan/

Leave a Reply