| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Pangan Lokal Lawan Covid-19: Mentan Serukan Genjot Produksi

Pangan Lokal Lawan Covid-19: Mentan Serukan Genjot Produksi

Tak ada seorang pun di dunia ini yang bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir. Karenanya pertanian tidak boleh berhenti sebagai ketahanan pangan.

Seluruh insan pertanian harus bekerja lebih keras lagi. Dalam situasi yang tidak menguntungkan ini mendorong kita berproduksi secara maksimal, terutama pangan lokal akan menjadi penting.

pangan-lokal.jpg

Saat acara Menteri Pertanian (Mentan) Sapa Petani dan Penyuluh, melalui video conference di Jakarta, Jumat (24/4).  Prof. Dedi Nusyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mengkampanyekan Pangan Lokal Lawan Covid19.

“Pangan lokal harus tampil, pangan lokal harus bicara, pangan lokal harus menjadi konsumsi masyarakat kita,” tegas Dedi dengan nada optimis.

Dedi yang juga seorang Profesor Riset Kementerian Pertanian, juga menyerukan bahwa sudah saatnya kita beralih dari mengkonsumsi pangan import ke pangan lokal.

“Sumber korbahohidrat bukan hanya gandum, tapi juga umbi-umbian seperti umbi garut, ganyong, gembili, gadung, talas, ubi kayu dan ubi jalar yang sebetulnya sangat melimpah di negeri kita,” kata Dedi.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan gula kelapa, gula aren sebagai pengganti gula pasir yang saat ini kita masih import.

Bawang putih lokal juga banyak, meskipun produktivitas dan luas tanamnya masih perlu ditingkatkan. Itu yang harus digenjot, karena hari-hari ke depan import bawang putih tidak akan mudah lagi.

Disamping itu, dalam paparannya Dedi menyebutkan empon-empon seperti jahe, kunyit, lengkuas, temulawak, kencur dan lainnya juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas/ daya tahan tubuh, apalagi saat musim pandemi covid-19 ini.

Umumnya produk pangan lokal diolah dari bahan baku lokal, teknologi lokal, dan pengetahuan lokal pula. Pangan lokal ini berkaitan erat dengan budaya lokal setempat yang berasal dari dalam negeri.

Produk pangan yang telah lama diproduksi, berkembang dan dikonsumsi suatu kelompok masyarakat lokal, inilah ke depan yang harus digenjot produktivtas dan luas tanamnya.

Pandemi yang melanda tanah air sejak februari lalu, saat ini menyebabkan berbagai negara harus lockdown. Sehingga dampaknya, untuk mendatangkan beberapa komoditas import tidak mudah, bahkan ke depan akan cenderung sulit karena masing-masing negara menahan diri untuk mensuply kebutuhan domestik.

“Mentan berkali-kali menyerukan untuk genjot produksi pangan lokal,” kata Dedi. (*)


Sumber :

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/267394/pangan-lokal-lawan-covid19-mentan-serukan-genjot-produksi

Leave a Reply