| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Penyuluh Calon ASN P3K Ikuti Sertifikasi di TUK Polbangtan Malang

Penyuluh Calon ASN P3K Ikuti Sertifikasi di TUK Polbangtan Malang

Penyuluh Calon ASN P3K Ikuti Sertifikasi di TUK Polbangtan Malang

Penyuluh Pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian, sehingga perlu didorong pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi calon ASN-P3K.

Hal ini mengacu pada Instruksi Mentan RI (Menteri Pertanian RI) Syahrul Yasin Limpo yang menegaskan bahwa penyuluh adalah garda terdepan pembangunan pertanian nasional, selaku pendamping dan pengawal petani.

Ada sekitar 4.900 Penyuluh pertanian honorer THL TBPP diseluruh Indonesia, mulai hari Selasa (3/11/2020) hingga 16 November 2020 akan mengikuti asesmen Sertifikasi Kompetensi ASN-P3K. Asesmen ini dilakukan pada 16 unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pertanian RI di seluruh Indonesia.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan PPSDMP Kementerian Pertanian mengatakan, sertifikasi kompetensi SDM Sektor Pertanian (THL-TB) lingkup Kementan RI dilakukan untuk memberikan pengakuan kompetensi profesi penyuluh pertanian melalui sertifikasi kompetensi kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyuluh-THL-TBPP-2.jpg

“Sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan atau standar khusus,” kata Dedi di Jakarta, Selasa (3/11/2020)

Dedi menambahkan, untuk mewujudkan pencapaian target utama pembangunan pertanian, BPPSDMP melakukan sertifikasi kompetensi untuk 4.855 THL TBPP calon ASN PPPK dari lulusan SMK Pertanian/ SLTA Non Bidang Pertanian dan sederajat, Diploma Dua (D II) serta Diploma tiga (D III), sampai S1 yang tidak linier rumpun pertanian.

Sementara itu, di Jawa Timur kegiatan sertifikasi kompentensi Penyuluh pertanian honorer THL-TBPP dalam rangka percepatan pemberkasan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diantaranya dilaksanakan oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Politeknik Pembangunan Pertanian Malag (Polbangtan Malang) tanggal 3-6 November 2020.

Rincian data sertifikasi kompetensi bagi THL-TBPP yg dilaksanakan oleh TUK Polbangtan Malang sejumlah 114 peserta, yang di bagi ke dalam 4 angkatan. Masing-masing peserta berasal dari beberapa kabupaten seperti; Pacitan sejumlah 13 orang asesi, Trenggalek sejumlah 25 orang asesi, Tulung agung 24 orang asesi, Blitar sejumlah 21 orang asesi, Kota malang sejumlah 3 asesi dan Kabupaten Malang sejumlah 30 asesi.

Proses sertifikasi dilakukan sesuai dengan aturan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan metode portofolio bagi peserta yang memiliki data dukung sesuai dengan unit kompetensi yang diujikan dan uji kompetensi bagi peserta yang tidak memiliki data dukung unit kompetensi yang diujikan.

Pelaksanaan sertifikasi di Polbangtan Malang yang juga bersamaan dengan BBP Batu dan BBP Ketindan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Badan PPSDMP, Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si melalui zoom meeting.

Munifah mengamanatkan kepada para asesi agar proses sertifikasi dilakukan dengan sungguh-sungguh, tetap tenang dan tidak perlu takut karena bagaimana pun semua asesi sudah memiliki bekal yang cukup melalui pengalaman yang sudah dijalani.

“Asesmen ini sebagai prasyarat yang diminta Menpan RB, yang harapannya melalui sertifikasi ini dapat hasil yang maksimal dan semoga pada akhirnya akan semakin memperkuat sektor pertanian,” imbuhnya. (*)


Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/307711/penyuluh-calon-asn-p3k-ikuti-sertifikasi-di-tuk-polbangtan-malang

Leave a Reply