| Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |   | Selamat Datang di Zona Integritas Polbangtan Malang |

Semangat Hardiknas, Belajar di Rumah Ala Mahasiswa Polbangtan Malang

Semangat Hardiknas, Belajar di Rumah Ala Mahasiswa Polbangtan Malang

Sudah tiga minggu berlalu, proses belajar di rumah dijalani Mohammad Akbar Attariq dengan penuh semangat pantang menyerah. Meski pandemi tetap melanda negeri dan ditengah hiruk pikuk pemerintah mengatur kebijakan untuk melawan virus corona, Akbar Attariq (19) pemuda asal Tulungagung ini terus belajar sekaligus melakukan aktivitas rutinnya di kandang ayam petelur.

Boleh dikata, Akbar mungkin tidak seperti kebanyakan pemuda dan mahasiswa lainnya yang kini harus belajar di rumah dikarenakan kampus sedang menerapkan protokol pencegahan penyebaran covid-19.

Akbar, yang masih merupakan mahasiswa aktif Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang ini memilih menjalani aktivitas belajarnya sehari-hari di kandang saja. Ia tertantang untuk terlibat langsung dalam aktivitas usaha ternak yang ada di kampung halamannya.

Kebetulan ia memiliki kerabat dekat yang memiliki usaha ternak ayam petelur bernama UD. Selanjar Farm milik Moh Tijanir Tijar, warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Aktivitas yang dijalani Akbar, sehari-hari tidak lepas dari tahapan kegiatan usaha beternak ayam petelur, mulai dari recording, pembuatan ransum pakan, pemanenan telur, hingga pemasaran ke rumah-rumah. Recording ini mencatat segala kebutuhan pakan serta hasil produksi dari ayam petelur tersebut selain itu kematian dan afkiran ayam.

“Semua tahapan kegiatan dikandang harus saya catat dan dilaporkan kepada pemilik kandang” ujar Akbar disela aktivitas kandangnya

Menurutnya, meskipun di masa pandemi ini harga telur ayam turun drastis akan tetapi apabila dipasarkan langsung ke rumah-rumah dan warung akan membuat range harga dari kandang dan konsumen menjadi sedikit lebih turun, sehingga menguntungkan kedua pihak antara produsen dan konsumen. Harga telur di kandang peternak Rp 12 rb/kg dan di end costumer (pembeli) harga mencapai Rp. 14-16 rb per kg.

“Selain belajar dikandang, dari kegiatan ini juga bisa memberi penghasilan bagi saya. Omzet dari berjualan telur dalam minggu ini dengan 5 hari kerja mencapai 2,2 juta” Kata Akbar, anak dari pasangan Sriwahyu Handayani dan Mohammad Attariq ini.

Kegiatan produktif yang telah dipraktekkan Akbar selama menjalani masa belajar di rumah ini, senada dengan pesan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) yang disampaikan Direktur Polbangtan Malang, Dr. Bambang Sudarmanto (2/5/2020) bahwa Hari Pendidikan Nasional hari ini terasa istimewa, mulai suasana, kebijakan, proses dan penilaian yang dilakukan berbeda. Ini adalah cobaan sekaligus pembelajaran.

“Dalam Kondisi apapun menuntut ilmu harus terus berlangsung,dan hal tersebut juga merupakan bagian dari pembelajaran. Apapun kondisinya pembelajaran tidak boleh berhenti,” kata Direktur dalam ucapan tertulisnya menyambut Hardiknas 2 Mei 2020. (*)


Sumber :

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/269048/semangat-hardiknas-belajar-di-rumah-ala-mahasiswa-polbangtan-malang–

Leave a Reply