Malang – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menerima kunjungan Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Aparatur (OSDMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Nurwahida, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasana Giri Sabha ini diikuti seluruh ASN Polbangtan Malang serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian lingkup Jawa Timur. Kegiatan dibuka oleh Plt. Direktur Polbangtan Malang, Yuliana Kansrini, dengan agenda evaluasi pelayanan publik dan pembinaan pegawai.
Pembinaan ini bertujuan memperkuat pemahaman ASN mengenai kedisiplinan, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola kepegawaian yang akuntabel di lingkungan Kementerian Pertanian.
Dalam sambutannya, Yuliana menyampaikan bahwa Polbangtan Malang merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian yang berperan dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan berdaya saing.
“Polbangtan Malang memiliki dua jurusan, yaitu Pertanian dan Peternakan, yang terbagi dalam tiga program studi. Saat ini, kami didukung oleh 150 pegawai, terdiri atas 113 PNS, 35 PPPK penuh waktu, dan dua PPPK paruh waktu, yang bersama-sama menjalankan tugas pendidikan dan pelayanan, terutama kepada mahasiswa,” ujar Yuliana.
Ia berharap pembinaan tersebut dapat menjadi momentum bagi seluruh pegawai untuk meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat tanggung jawab, serta memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada mahasiswa dan masyarakat.

Dalam arahannya, Nurwahida menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesadaran ASN dalam memenuhi kewajiban sebagai aparatur negara. Ia mengingatkan bahwa setiap pegawai perlu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menghargai amanah yang telah diberikan.
“Sebagai ASN, kita harus disiplin dan bersyukur dengan apa yang telah kita dapatkan. Yang terpenting adalah penuhi terlebih dahulu kewajibanmu, maka hakmu akan dipenuhi,” ujarnya.
Nurwahida juga mengajak para pegawai menjadikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai teladan dalam menerapkan etos kerja dan profesionalisme. Ia mencontohkan kebiasaan Menteri Pertanian yang hadir di kantor sebelum waktu kerja dimulai sebagai gambaran komitmen dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai aspek pelayanan publik dan kepegawaian. Melalui sesi ini, peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan bertukar pandangan mengenai pelaksanaan tugas serta tanggung jawab ASN dalam mendukung kinerja organisasi.
Melalui pembinaan ini, Polbangtan Malang terus mendorong penguatan budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Komitmen tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya tata kelola organisasi yang akuntabel serta peningkatan kualitas pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat. (*)




