Agribisnis Peternakan

1456

Sektor agribisnis merupakan sektor yang cukup potensial dan telah membuktikan dirinya sebagai salah satu sektor yang mampu bertahan serta tumbuh selama krisis yang melanda Indonesia. Pada dasarnya, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar di bidang agribisnis, terbukti dari ketersediaan sumberdaya alamnya yang berlimpah, lokasi wilayah Indonesia yang strategis di pasar dunia, serta masih terbuka luasnya prospek pasar agribisnis, baik ditingkat nasional maupun internasional.  

Komoditi peternakan dikenal sebagai komoditas yang memiliki banyak manfaat. Produk utama ternak (daging, susu dan telur) merupakan sumber bahan pangan yang bergizi tinggi.

Dalam rangka memacu pertumbuhan produksi peternakan nasional, seharusnya pertanian harus lebih difokuskan kepada usaha peternakan rakyat dan ternak lokal.

Pada umumnya ternak-ternak yang dipelihara pada usaha peternakan raktyat adalah ternak- ternak lokal. Ternak lokal merupakan sumber daya ternak yang sudah lama dipelihara peternak pedesaan dan berperan dalam mendukung ekonomi rumah tangga peternak. Oleh karena itu usaha peternakan rakyat yang seharusnya menjadi basis pengembangan peternakan nasional.

ARTI DAN RUANG LINGKUP AGRIBISNIS PETERNAKAN

Agribisnis peternakan mencakup semua kegiatan yang dimulai dengan pengadaan dan penyaluran sarana produksi, produksi usahatani / ternak dan pemasaran produk usaha tani / ternak atau hasil olahannya. Kegiatan ini mempunyai hubungan yang erat sehingga gangguan pada salah satu kegiatan akan berpengaruh terhadap kelancaran seluruh kegiatan dalam bisnis.

1.     Pengadaan dan penyaluran sarana produksi

Sarana produksi peternakan antara lain, benih bibit makanan ternak, pupuk, obat pemberantas hama dan penyakit, kredit, bahan bakar. Pelaku kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana produksi adalah perorangan, perusahaan swasta, lembaga pemerintah, koperasi.

2.     Usaha tani / ternak

Usaha tani / ternak menghasilkan pupuk- pupuk pertanian berupa bahan pangan, hasil perkebunan, buah-buahan, bunga, tanaman hias, hasil ternak, hewan, dan ikan. Pelaku-pelaku kegiatannya yaitu produsen-produsen yang terdiri dari petani, peternak, pengusaha tambak, pengusaha tanaman hias.

3.   Pemasaran

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan disini yaitu mulai dari pengumpulan produk, pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Sebagian dari produk yang dihasilkan usaha tani didistribusikan langsung ke konsumen, dan sebagian mengalami pengolahan lebih dulu lalu didistribusikan ke konsumen. Pelaku-pelaku dalam kegiatan disini yaitu pengumpul produk, pengolah produk, pedagang, penyalur ke konsumen pembuat peti dan kaleng pembungkus produk olahan.

ASPEK-ASPEK AGRIBISNIS YANG MEMERLUKAN MANAJEMEN

Dalam usaha Agribisnis memerlukan manajemen yang baik untuk penyelenggaraannya harus diperhatikan yaitu pemasaran dimana akan menentukan wajah atau citra usaha Agribisnis/ perusahaan dalam menentukan kelangsungan usaha bisnis perusahaannya tersebut untuk masa selanjutnya.

1. Perencanaan (planning)

 

Fungsinya perencanaan yaitu mencakup kegiatan yang berhubungan dengan masa yang akan datang. Perencanaan terdapat di setiap sub sistem Agribisnis.

2. Pengorganisasian (organizing)

 

Fungsi pengorganisasian ini yaitu penyusunan struktur organisasi bisnis/ perusahaan, penetapan personalia dan penetapan tugas serta wewenang masing-masing kelompok menurut tata organisasi yang baik.

Dengan demikian bahwa pengorganisasian merupakan alat yang terpenting untuk mencapai tujuan usaha bisnis/perusahaan.

3. Penggerakan (Directing)

 

Fungsi penggerakan ini adalah untuk mendorong, motivasi dan merangsang gairah kerja diantara anggota kelompok sehingga mereka dapat terpanggil untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya

4. Pengawasan

 

Fungsi pengawasan yaitu meliputi kegiatan  evaluasi dan koreksi, apakah rencana dan proses kerja yang sedang dilakukan selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Apakah terdapat hasil yang menyimpang dan makin jauh dari sasaran yang telah ditargetkan maka segera dilakukan tindakan koreksi bimbingan dan pembinaan.

MANAJEMEN PRODUKSI

Produksi adalah seperangkat prosedur dan kegiatan yang terjadi dalam penciptaan produk atau jasa. Dengan pengertian ini manajemen  produksi mencakup dalam pengambilan keputusan sebagai langkah untuk persiapan produksi dan untuk proses produksi yang sedang dilakukan.

Manajemen produksi ini memerlukan pe rencanaan, antara lain yang harus diperhatikan adalah :

1. Perencanaan produk peternakan, yang dapat menghasilkan produk-produk seperti yang berikut ini:

  • Ternak, ternak untuk bibit, ternak untuk ternak hias, untuk itik misalnya ternak muda, ternak siap potong / jual.
  • Daging diperoleh dari ternak besar serta kecil, unggas dan ternak tua, produk yang dipakai untuk pengawetan daging seperti, dendeng, abon.
  • Telur, diperoleh dari ayam ras petelur, ayam buras, itik.
  • Susu (produk dari sapi perah), termasuk produk olahannya seperti mentega, keju, produksi susu dari kerbau perah, kambing perah.
  • Beberapa hasil ikutan / sampingan dari peternakan seperti kulit, tulang, paruh, tanduk, bulu dan hasil pengolahannya seperti kulit samak, tepung tulang.