Alumni Back to Campus, Perkuat Jejaring Polbangtan Malang

4

Malang – Program Studi Penyuluhan Peternakan, Jurusan Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang mengembangkan program Alumni Back to Campus untuk mempererat hubungan antara alumni dan almamater sekaligus memperluas jejaring dunia kerja bagi mahasiswa aktif. Program tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Temu Karya IV Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan.

Ketua Program Studi Penyuluhan Peternakan Polbangtan Malang, Kartika Budi Utami, mengatakan Alumni Back to Campus merupakan upaya menjaga keberlanjutan hubungan antara alumni lintas angkatan, institusi pendidikan, dan mahasiswa yang masih menempuh pendidikan.
Menurutnya, keterlibatan alumni memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan institusi pendidikan, sekaligus memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai peluang dan tantangan dunia kerja setelah lulus.
“Yang dapat menjadikan kampus itu besar adalah alumninya. Harapannya, alumni ini nantinya terus kita hubungi dalam rangka saling memberikan pengaruh positif. Kampus juga perlu memberikan motivasi bagi mahasiswa yang masih aktif,” ujarnya Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, program Alumni Back to Campus telah mulai dilaksanakan sejak semester genap dengan menghadirkan alumni yang telah berkarier di tingkat internasional. Ke depan, kegiatan tersebut tidak hanya menyasar alumni yang bekerja di luar negeri, tetapi juga lulusan yang telah berkiprah di tingkat nasional, khususnya di sektor peternakan.
Kartika menambahkan, keterlibatan alumni dari berbagai bidang pekerjaan juga menjadi bagian penting dalam membangun jejaring profesional. Sebagai contoh, alumni yang memiliki usaha kursus bahasa Inggris dapat terhubung dengan lulusan lain yang ingin mempersiapkan kemampuan bahasa sebelum bekerja di luar negeri.
Dengan demikian, hubungan antarlulusan tidak hanya terbatas pada bidang peternakan, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama lintas sektor.
“Dampaknya bisa lintas bidang maupun yang memang di bidang peternakan. Pada prinsipnya, kami ingin alumni ini bisa saling terhubung dan memberikan manfaat satu sama lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kartika menyampaikan bahwa program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polbangtan Malang memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
Melalui hubungan yang berkelanjutan dengan alumni, institusi diharapkan dapat memperluas jaringan kerja sama sekaligus meningkatkan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Di sisi lain, kegiatan Alumni Back to Campus juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kualitas pendidikan Polbangtan Malang kepada masyarakat. Keberhasilan alumni dalam meniti karier hingga tingkat internasional menjadi salah satu gambaran daya saing lulusan yang dihasilkan institusi tersebut.
Program Alumni Back to Campus sendiri menjadi bagian dari rangkaian Temu Karya IV Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan yang mengusung tema “Learn the Knowledge, Explore the Industry, Build Your Global Career”.
Kartika menjelaskan, Temu Karya IV dirancang sebagai ruang pengembangan atmosfer akademik yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi peternakan, digitalisasi penyuluhan, serta penerapan prinsip kesejahteraan hewan.
Rangkaian kegiatan berlangsung melalui sejumlah agenda, baik secara daring maupun luring. Kegiatan utama yang dijadwalkan pada Januari mendatang meliputi seminar ilmiah, pameran teknologi peternakan, serta peluncuran buku pengabdian kepada masyarakat atau PKM karya dosen.
Salah satu materi yang akan diperkenalkan melalui peluncuran buku tersebut adalah rintisan Smart Breeding Village di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Selain itu, expo teknologi peternakan akan menampilkan berbagai teknologi yang telah melalui pengujian sebagai bentuk komitmen program studi dalam memperkenalkan inovasi yang dapat diterapkan di sektor peternakan.
Tidak hanya melibatkan dosen dan praktisi, Temu Karya IV juga memberikan ruang partisipasi bagi mahasiswa melalui berbagai kompetisi antarkampus. Beberapa agenda yang direncanakan antara lain lomba karya ilmiah, cerdas cermat, formulasi pakan, serta lomba penyuluhan peternakan.
Kegiatan tersebut juga dirancang agar dapat diikuti berbagai kelompok usia dan kalangan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Day One Skill yang tetap dipertahankan sebagai agenda kegiatan, serta lomba mewarnai bagi anak-anak taman kanak-kanak.
Menurut Kartika, pelibatan berbagai kalangan menjadi bagian dari upaya memperluas dampak kegiatan sekaligus memperkenalkan dunia peternakan dan pendidikan vokasi sejak dini.
Selain itu, aspek kesetaraan dan keterlibatan perempuan juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan seminar ilmiah, sehingga partisipasi dapat terbuka bagi berbagai kelompok usia maupun gender.
Kartika berharap Temu Karya IV dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat dua yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Ia menilai pengalaman mengorganisasi kegiatan ilmiah dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya terjun dan berkiprah di tengah masyarakat.
“Ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membuat sebuah legacy. Mereka memiliki pengalaman dalam mengorganisasi sebuah event keilmiahan yang nantinya bisa dimanfaatkan ketika mengorganisasi kegiatan lain, tidak hanya di dalam kampus, tetapi juga saat berkiprah di masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap penyelenggaraan Temu Karya dapat terus berlanjut hingga volume berikutnya, sehingga mampu membangun atmosfer akademik yang semakin baik dan selaras dengan tujuan pendidikan vokasi.