Bupati Malang Mendorong Ekspansi Klaster Kentang untuk Pasar Internasional

224

MALANG – Kegiatan Panen Perdana Klaster Kentang di lahan pertanian Dusun Jarak Ijo Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, dihadiri Bupati Malang HM Sanusi, Sabtu (15/6/2024).

Komoditi kentang ini dihasilkan kelompok petani muda penerima manfaat Hibah Kompetitf Klaster Kentang ‘Potato Forever’ di Dusun Jarak Ijo, Ngadas, yang merupakan bantuan Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Service (YESS), dari Kementerian Pertanian RI.

Selain dihadiri Bupati Malang, kegiatan Panen Kentang ini juga dihadiri oleh Sekretaris Badan PPSDMP Kementerian Pertanian Dr Ir Siti Munifah MSi, Direktur Polbangtan Dr Ir Setya Budi Udrayana SPt, dan sejumlah jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang.

“Hasil panen yang telah kita saksikan pada hari ini, adalah bukti nyata kerja sama dan dedikasi Bapak dan Ibu sekalian untuk semakin meningkatkan kesejahteraan para petani kentang di Dusun Jarak Ijo Desa Ngadas,” kata Bupati Sanusi dalam sambutannya, Sabtu (15/6/2024).

Lebih lanjut, Bupati Malang menyatakan, program hibah kompetitif pada klaster pertanian kentang ini bukan sekadar pemberian bantuan. Akan tetapi, juga merupakan bentuk pengakuan atas potensi pertanian di Kabupaten Malang.

Terlebih, kentang merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat, bahkan sampai luar negeri.

Menurut Sanusi, adanya hibah kompetisi bagi petani milenial ini juga sebagai langkah nyata pemerintah dalam mendorong produktivitas serta kualitas hasil tani.

“Pengembangan klaster budidaya kentang di daerah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan perekonomian desa. Karenanya, program ini harus berkelanjutan dan dapat ditingkatkan,” tandas Bupati Malang.

Bupati-Malang-2.jpg

Sanusi juga berpesan kepada para petani, untuk terus belajar dan berinovasi, dengan manfaatkan setiap peluang dan potensi yang ada untuk kemajuan bersama. Juga, beradaptasi dengan teknologi pertanian terbaru, agar hasil panen semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya.

Sementata itu, Sekretaris Badan PPSDMP Kementerian Pertanian Siti Munifah mengatakan, Program YESS sendiri akan berakhir pada 2025 mendatang. Karena itu, ia berharap program ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, mengingat Kabupaten Malang memiliki potensi pertanian yang sangat besar.

“Tidak hanya di Desa Ngadas, Saya berharap nantinya akan banyak lahir para pengusana milenial di bidang pertanian yang tangguh pula,” tandasnya.

Lebih lanjut, kata Munifah, dibandingkan pangan beras, komoditi kentang ini merupakan konsumsi produk pangan internasional. Sehingga, ia berharap petani kentang milenial terus bisa mengembangkan dan mempertahankan hasil pertanian kentang ke depannya.

Di lokasi lahan pertanian yang sama, sebelumnya dilakukan penanaman benih kentang pada pertengahan Februari 2024 lalu. Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputra, benih yang jauh lebih berkualitas untuk kentang terus disiapkan, dan banyak ditanam di lahan yang ada di Ngadas Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Dikatakan, oleh kelompok tani setempat, setidaknya pada 3-4 hektar lahan siap ditanami benih kentang tersebut, dengan Varietas G2 Granula Kembang. Benih kentang berkualitas ini hasil kolaborasi DTPHP Kabupaten Malang dengan pihak Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, dan didukung dua perusahaan penyedia benih, asal Garut Jawa Barat dan Ponorogo, Jawa Timur.

Menurut Avicenna, benih kentang tersebut bisa ditanam dan dikembangkan dalam demplot-demplot. Dengan benih tersebut, produksi kentang di Poncokusumo yang awalnya hanya sekitar 40 ton per tahun, bisa meningkatkan hingga 6.000 ton lebih.

Untuk komoditi kentang di wilayah Ngadas, Poncokusumo sendiri, menurutnya punya potensi menjadi sentra pertanian unggulan. Kentang di kawasan pertanian ini, tercatat punya lahan tanam seluas 381 hektar, yang berada di ketinggian lahan 1.800 sampai 2.100 mdpl.

Ketika masa tanam bisa dimaksimalkan hingga tiga kali setahun, lanjut Avi, produksinya diperkirakan bisa mencapai 18 ribu ton dalam setahun.

Prospek pasar komoditi kentang sendiri, menurutnya, juga punya peluang menembus pasar luar negeri. Terlebih, diakuinya pihaknya pernah mendapatkan informasi permintaan ekspor ke Singapura. (*)