MALANG – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian nasional. Oleh karena itu, ia sering menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang sehat dan cerdas.
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) mendapatkan informasi penting terkait perubahan fasilitas kesehatan (faskes) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN). Sosialisasi ini berlangsung di Aula Sasana Giri Sabha dan diikuti oleh mahasiswa tingkat 1, 2, dan 4.
Kegiatan ini dipandu oleh dr. Frida Septyowati, dokter umum yang bertugas di klinik Polbangtan Malang, yang menjelaskan prosedur dan manfaat perubahan faskes dari tempat sebelumnya ke Klinik Polbangtan Malang. Perubahan ini bertujuan untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi mahasiswa selama masa studi.
“Dengan mengubah faskes ke Klinik Polbangtan Malang, mahasiswa bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lebih cepat dan sesuai kebutuhan, tanpa harus pergi ke tempat lain,” ujar dr. Frida dalam paparannya.

Sosialisasi ini juga mencakup tata cara mengajukan perubahan faskes melalui aplikasi Mobile JKN atau dengan mendatangi kantor BPJS terdekat. Selain itu, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait layanan kesehatan yang bisa diakses di klinik kampus.
Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan Polbangtan Malang, Andi Warnaen juga memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
“Dengan perubahan faskes ke klinik kampus, diharapkan mahasiswa dapat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas,” ujar Andi.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para mahasiswa, terutama bagi mereka yang belum memahami sepenuhnya mekanisme perubahan faskes dalam program JKN. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, mahasiswa Polbangtan Malang dapat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan yang optimal selama menjalani pendidikan. (*)





