Dorong Agribisnis Sapi Perah, Polbangtan Malang Gandeng KAN Jabung

39

MALANG – Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak bisa dicapai secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar pertanian nasional mampu bertransformasi menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Kami membangun pertanian modern melalui pemanfaatan teknologi, pengembangan klaster pertanian, dan sinergi yang kuat antar lembaga. Ini adalah strategi untuk membangkitkan kembali Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif dunia usaha dalam pendidikan vokasi pertanian.

“Kerja sama antara Polbangtan dan pelaku usaha seperti koperasi jagung atau peternakan merupakan wujud nyata implementasi kebijakan vokasi pertanian yang kami dorong sejak awal. Sinergi seperti ini tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa melalui riset dan magang, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas agribisnis lokal,” jelasnya.

Menindaklanjuti semangat kolaboratif tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang kembali memperluas jejaring kemitraan strategis dengan pelaku dunia usaha dan industri. Kali ini, kerja sama dijajaki bersama Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Syariah Jawa Timur, dalam sebuah pertemuan yang dilakukan di Ruang Direktur Polbangtan Malang, Kamis (24/07/2025).

Polbangtan-Malang-2.jpg

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Polbangtan Malang yang diwakili oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Ugik Romadi, serta Wakil Direktur II Bidang Umum, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Andi Warnaen. Sementara dari pihak KAN Jabung Syariah, turut hadir langsung Presiden Direktur, Eva Marliyanti.

Adapun agenda utama pertemuan membahas potensi sinergi dalam pengembangan sektor peternakan, khususnya pada bisnis sapi perah. Ruang lingkup kerja sama yang dirancang mencakup pengolahan pakan ternak, pengelolaan kandang, serta budidaya sapi perah baik dalam masa laktasi maupun sapi deding (belum produktif).

Andi Warnaen menyampaikan antusiasmenya terhadap rencana kolaborasi tersebut. “Kami di Polbangtan Malang sangat terbuka terhadap kemitraan, dan membuka peluang selebar-lebarnya bagi pelaku dunia usaha dan dunia industri untuk berkolaborasi. Sesuai arahan dari Direktur, prinsip kami jelas: percepat dan permudah. Semakin cepat kemitraan terjalin, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan bersama, terutama oleh mahasiswa dan sektor pertanian secara keseluruhan,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Eva Marliyanti juga menyampaikan harapan besar agar kerja sama ini dapat segera direalisasikan dalam bentuk program konkret, mulai dari pengembangan riset terapan, program magang mahasiswa, hingga peningkatan kompetensi SDM peternakan berbasis syariah.