Gelar Simposium Nasional, Polbangtan Malang Dorong Digitalisasi Agribisnis Sapi Potong

45

MALANG – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang melalui Program Studi Agribisnis Peternakan (Agrinak) menggelar simposium nasional bertajuk “Inovasi dan Digitalisasi Agribisnis Sapi Potong Menuju Daya Saing Nasional dan Keberlanjutan” pada 10–11 April 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti sekitar 500 peserta dari 20 instansi, yang terdiri atas mahasiswa, dosen, praktisi industri, hingga penyuluh pertanian. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap pengembangan sektor agribisnis sapi potong di Indonesia.

Simposium menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, di antaranya Prof. Ali Agus dari Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dewi Apri Astuti dari Fakultas Peternakan IPB, Dr. Novita Dewi Kristanti dari Polbangtan Malang, Moch. Yasa Afroni dari PT Pasir Tengah, serta Yuni Eka Puspitasari dari Thomas Food International Australia.

Kepala Program Studi Agrinak Polbangtan Malang, Dewi Ratih Ayu Daning mengatakan bahwa simposium ini menjadi agenda strategis untuk memperkuat atmosfer akademik sekaligus menjembatani kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak. Simposium ini menjadi ruang bersama untuk membahas tantangan dan peluang agribisnis sapi potong, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan digelar secara rutin setiap semester dan dilengkapi dengan penyusunan book chapter sebagai luaran akademik. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing nasional sekaligus meningkatkan kontribusi Polbangtan Malang dalam pengembangan sektor peternakan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Simposium ini, lanjut dia, juga menjadi respons atas semakin kompleksnya tantangan di sektor pertanian dan peternakan. Agribisnis sapi potong dituntut bertransformasi melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta daya saing di pasar global.

Salah satu narasumber, Prof. Ali Agus, menekankan pentingnya model kemitraan integratif berbasis kontrak yang didukung transparansi data dalam rantai agribisnis sapi potong. Menurutnya, keberlanjutan usaha sangat ditentukan oleh kepercayaan antarpelaku.

“Kejujuran dalam membuka data adalah fondasi kemitraan jangka panjang. Tanpa transparansi, hubungan hanya akan bersifat sementara dan tidak berkelanjutan,” ujarnya menegaskan.