Gaungkan Digitalisasi Peternakan, Polbangtan Malang Gelar Simposium Nasional

40

MALANG – Simposium Nasional merupakan forum ilmiah berskala nasional yang mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, serta pemangku kepentingan untuk membahas isu strategis secara komprehensif, sekaligus menghasilkan solusi inovatif dan rekomendasi aplikatif. Dalam konteks tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak SDM pertanian unggul melalui penyelenggaraan Milenial Agriculture Forum (MAF) Special Symposium Nasional bertema “Digitalisasi Rantai Nilai dan Smart Farming Agribisnis Ternak Potong.”

Kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, praktisi industri, penyuluh, serta terbuka untuk masyarakat umum. Forum ini menjadi ruang kolaboratif untuk membahas peran inovasi digital dan penerapan smart farming dalam meningkatkan efisiensi, nilai tambah, serta daya saing agribisnis peternakan di era modern.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polbangtan Malang, Hamyana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MAF kali ini menghadirkan konsep yang lebih spesial dengan mengintegrasikan isu smart farming di sektor peternakan serta menghadirkan alumni yang telah berkarier di kancah internasional.

“MAF hari ini menjadi momentum penting karena menggabungkan perspektif teknologi smart farming dengan pengalaman praktis di industri global. Kehadiran alumni yang berkarier di Australia diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa untuk terus mengeksplorasi potensi diri dan berani bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kebutuhan daging nasional yang terus meningkat membuka peluang besar bagi pengembangan agribisnis peternakan berbasis teknologi.

“Materi yang disampaikan narasumber diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus bekal praktis bagi mahasiswa, penyuluh, peternak, dan mitra dalam mengembangkan usaha peternakan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing,” tambahnya.

Simposium ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Yuni Eka Puspitasari, alumni Polbangtan Malang yang kini berkarier di Thomas Foods International – Australia, yang membawakan materi Smart Farming and Precision Livestock Farming, serta Moch. Yasa Afaroni, Direktur Marketing PT Pasir Tengah (Widodo Makmur Perkasa Group), yang mengulas Digitalisasi Rantai Nilai dan Rantai Pasok Industri Sapi Potong.

Melalui paparan yang komprehensif dan aplikatif, para narasumber memberikan wawasan strategis terkait implementasi teknologi digital di sektor peternakan, mulai dari hulu hingga hilir. Peserta diharapkan mampu mengadopsi inovasi tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha secara langsung di lapangan. (*)