Malang – Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menyelenggarakan Bimbingan Penelitian Systematic Literature Review (SLR) bagi mahasiswa tingkat IV pada Senin (20/7/2026) di Ruang Sidang Kampus I Polbangtan Malang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat kapasitas riset mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas karya ilmiah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara etis.
Bimbingan menghadirkan narasumber eksternal, Ahmad Fauzi, dosen Universitas Muhammadiyah Malang, serta didampingi Ketua Jurusan sekaligus Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan Malang, Rika Despita. Kegiatan ini juga diikuti oleh dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), dan mahasiswa sebagai peserta pembelajaran.
Selain membahas metode Systematic Literature Review (SLR) secara komprehensif, pelatihan juga memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi AI dalam penulisan artikel ilmiah. Peserta diajak memahami cara menggunakan AI secara bertanggung jawab, mulai dari pencarian referensi, penyusunan naskah, hingga proses validasi hasil, tanpa mengabaikan etika akademik dan prinsip orisinalitas karya ilmiah.
Bimbingan SLR merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 19, 20, 26, dan 27 Juli 2026. Selama pelatihan, peserta memperoleh pemahaman mengenai penyusunan pertanyaan penelitian, strategi penelusuran literatur ilmiah, proses seleksi artikel, teknik analisis, hingga penyusunan hasil kajian secara sistematis sesuai standar akademik.
Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan Malang, Rika Despita, menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI merupakan sebuah keniscayaan yang harus disikapi secara bijaksana.
“Kita tidak bisa menolak keberadaan AI. Karena itu, melalui pelatihan ini kami mengarahkan dosen, PLP, dan mahasiswa untuk memanfaatkan AI secara bijak sehingga penggunaannya tetap sesuai dengan etika penulisan artikel ilmiah. Harapannya, karya ilmiah yang dihasilkan ke depan semakin berkualitas, kredibel, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Menurutnya, penguasaan metode SLR dan kemampuan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menyusun tugas akhir maupun menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin berbasis data dan teknologi.
Melalui kegiatan ini, Polbangtan Malang terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi yang berorientasi pada pengembangan kompetensi riset, inovasi, dan penyelesaian permasalahan di sektor pertanian. Dengan pembekalan metodologi penelitian yang kuat serta literasi teknologi yang baik, lulusan
Polbangtan Malang diharapkan tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pertanian Indonesia. (*)





