Malang – MALANG – Bekerja di luar negeri bukan lagi sekadar impian bagi lulusan pendidikan pertanian. Dua alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang membuktikan bahwa keterampilan yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk membangun karier di industri peternakan internasional.
Keduanya adalah Muhammad Fatlilah, S.Tr.Pt., yang berkarier di Suzukana Farm, Jepang, dan Siska Mahalia Dewi Purba, S.Tr.Pt., yang bekerja sebagai pemeriksa daging atau Meat Inspector di Thomas Borthwick and Sons, Mackay, Queensland, Australia.
Pengalaman mereka dibagikan dalam kegiatan Alumni Back to Campus, yang digelar Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Polbangtan Malang sebagai bagian dari Temu Karya PPKH Volume 4 Tahun 2026, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini mengangkat tema Learn the Knowledge. Explore the Industry. Build Your Global Career atau belajar, mengenal dunia industri, dan membangun karier global.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak melihat secara langsung bagaimana lulusan Polbangtan Malang mampu memasuki dunia kerja internasional, sekaligus memahami keterampilan dan persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti jejak mereka.
Rajiman: Lulusan Pertanian Punya Peluang Bersaing di Dunia Internasional
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Rajiman, S.P., M.P., selaku Pelaksana Harian (Plh.) Wakil Direktur III Polbangtan Malang.
Dalam arahannya, Rajiman menyampaikan bahwa keberhasilan alumni bekerja di Jepang dan Australia menunjukkan bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki peluang untuk mengembangkan karier hingga tingkat internasional.
“Keberhasilan alumni Polbangtan Malang berkarier di Jepang dan Australia menunjukkan bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat global. Karena itu, mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri sejak bangku kuliah, tidak hanya dengan memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga meningkatkan kemampuan bahasa asing, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia industri,” ujar Rajiman.
Ia juga menekankan pentingnya peran alumni dalam membantu mahasiswa mengenal dunia kerja yang sesungguhnya.
Menurutnya, pengalaman alumni yang telah bekerja di berbagai perusahaan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa, sekaligus membantu kampus menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan industri.
“Alumni memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kampus dan dunia industri. Melalui pengalaman serta jejaring profesional yang mereka bangun, kami berharap para alumni dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, membuka wawasan mahasiswa, dan memperluas peluang kerja bagi lulusan Polbangtan Malang,” tambahnya.
Dari Kampus Malang ke Peternakan Wagyu Jepang
Salah satu kisah menarik datang dari Muhammad Fatlilah yang kini bekerja di Suzukana Farm, Jepang.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Fatlilah menceritakan bagaimana peternakan sapi potong di Jepang dikelola dengan teknologi modern, khususnya dalam pemeliharaan sapi Wagyu yang dikenal sebagai penghasil daging premium.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan di peternakan tidak hanya berkaitan dengan memberi pakan dan merawat ternak, tetapi juga mencakup pengelolaan reproduksi, pemeriksaan kondisi ternak menggunakan teknologi ultrasonografi (USG), inseminasi buatan atau kawin suntik, hingga pencatatan hasil produksi.
Seluruh proses tersebut membutuhkan ketelitian dan kedisiplinan agar kegiatan peternakan berjalan dengan baik.
Dari pengalamannya, Fatlilah juga menekankan bahwa kemampuan bekerja sama, bertanggung jawab, dan menyelesaikan masalah menjadi hal penting dalam menghadapi tuntutan pekerjaan.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa bekerja di industri peternakan modern membutuhkan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan praktik, dan sikap profesional.
Alumni Polbangtan Malang Jadi Pemeriksa Daging di Australia
Kisah inspiratif lainnya datang dari Siska Mahalia Dewi Purba yang membangun karier sebagai *Meat Inspector* di Thomas Borthwick and Sons, Australia.
Dalam pekerjaannya, Siska berperan dalam pemeriksaan kesehatan hewan dan kelayakan daging untuk mendukung keamanan pangan.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan sebelum hewan dipotong maupun setelah proses pemotongan. Tujuannya untuk memastikan produk daging memenuhi persyaratan kesehatan dan standar mutu yang berlaku.
Pekerjaan tersebut juga berkaitan erat dengan penerapan kesejahteraan hewan, kebersihan proses produksi, dan keamanan produk daging, terutama untuk industri yang melayani pasar ekspor.
Selain menjelaskan tugasnya, Siska membagikan pengalaman mengenai budaya kerja profesional di Australia.
Ia mengingatkan mahasiswa bahwa kemampuan bahasa Inggris, kesiapan administrasi, penguasaan keterampilan teknis, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru menjadi bagian penting dalam mempersiapkan karier di luar negeri.
Pengalaman Siska menunjukkan bahwa lulusan peternakan tidak hanya memiliki peluang bekerja di peternakan, tetapi juga dapat berkarier di bidang pemeriksaan kesehatan hewan, keamanan pangan, dan pengawasan mutu produk peternakan.
Kemampuan Bahasa Asing dan Kedisiplinan Jadi Bekal Penting
Ketua Program Studi PPKH Polbangtan Malang, Dr. Kartika Budi Utami, S.ST., M.P., menyampaikan apresiasi terhadap kedua alumni yang telah mengembangkan karier di tingkat internasional.
Menurutnya, pengalaman para alumni menjadi contoh nyata bagi mahasiswa bahwa keberhasilan dalam dunia kerja membutuhkan persiapan yang matang.
Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori dan keterampilan teknis peternakan. Mereka juga perlu mengembangkan kemampuan komunikasi, bahasa asing, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.
Melalui kegiatan Alumni Back to Campus, Kartika berharap mahasiswa dapat memahami perjalanan yang harus dilalui untuk membangun karier, termasuk berbagai tantangan yang mungkin dihadapi.
Ia juga berharap hubungan antara kampus dan alumni terus terjalin sehingga pengalaman para lulusan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka wawasan mahasiswa mengenai kebutuhan dunia industri.
Dorong Mahasiswa Berani Bermimpi dan Mempersiapkan Diri
Dalam sesi diskusi, kedua alumni mengajak mahasiswa untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak masih berada di bangku kuliah.
Persiapan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan kegiatan praktik, mengikuti magang industri, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta membangun hubungan profesional dengan alumni dan pelaku industri.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa PPKH ini diikuti mahasiswa tingkat I hingga IV, dosen, serta alumni dari berbagai angkatan. Selain pemaparan pengalaman, acara juga diisi dengan diskusi, tanya jawab, dan penguatan jejaring alumni.
Melalui Alumni Back to Campus, Polbangtan Malang terus memperkuat hubungan antara kampus, alumni, dan dunia industri agar mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang peluang kerja setelah lulus.
Kisah Muhammad Fatlilah di Jepang dan Siska Mahalia Dewi Purba di Australia menjadi pengingat bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian Indonesia memiliki kesempatan untuk berkiprah di berbagai bidang industri peternakan dunia.
Bagi mahasiswa Polbangtan Malang, pengalaman kedua alumni tersebut membawa pesan sederhana: peluang bekerja di tingkat internasional terbuka bagi mereka yang mau belajar, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri sejak dini. (*)





