Kolaborasi TNI dan Polbangtan Malang Cetak SDM Unggul untuk Perkuat Ketahanan Pangan

82

MALANG – Pelatihan Pembekalan Keterampilan (Bektram) menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pemerataan kesejahteraan sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya guna. Kegiatan ini menyasar Prajurit dan PNS TNI yang memiliki minat serta bakat di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, agar mampu mengembangkan potensi diri secara produktif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan TNI dan Polri, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan sumber daya, mempercepat transfer teknologi, serta memperluas dampak pembangunan pertanian di masyarakat.

Pelatihan Bektram merupakan hasil kerja sama antara TNI dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, yang secara resmi dibuka pada 31 Maret 2026 dan dilaksanakan selama dua minggu hingga 11 April 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.

ketrampilan kerja sama TNI dan Polbangtan Malang - 2Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi komprehensif, mulai dari Integrated Farming System, Digital Marketing, Analisa Usaha, hingga manajemen produksi ternak ruminansia besar dan kecil serta unggas. Peserta juga mendapatkan pembelajaran tentang manajemen pakan, kesehatan ternak, hilirisasi produk seperti olahan daging, telur, dan susu, serta pengelolaan limbah ternak menjadi biogas dan pupuk organik. Seluruh materi tersebut diperkuat dengan pendalaman keterampilan teknis dan agribisnis guna mempersiapkan peserta terjun langsung ke dunia usaha.

Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Polbangtan Malang, Eny Wahyuning, menyampaikan bahwa pelatihan Bektram diharapkan menjadi solusi dalam mendukung ketahanan pangan. Peserta diperkenalkan pada pengelolaan usaha yang efisien dan inovatif, termasuk konsep peternakan modern tanpa ketergantungan pada sistem “ngarit”.

ketrampilan kerja sama TNI dan Polbangtan Malang - 1

Melalui fasilitas laboratorium pakan, peserta juga diajarkan bagaimana mengelola hijauan menjadi bank pakan sehingga tidak bergantung pada musim. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan sekaligus membuka wawasan baru dalam pengelolaan usaha peternakan yang modern dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh harus terus dipraktikkan.

“Ilmu tidak bisa dipegang tanpa praktik. Apa yang sudah diperoleh jangan ditinggalkan,” ujarnya.

Sejalan dengan visi pembinaan menjelang purna tugas, peserta diharapkan tetap produktif dan aktif di lingkungan masyarakat serta mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Sementara itu, Kepala Pusat Latihan Kerja (Kapuslatker) Bedali, Letkol Marinir Lutfi Arif berpesan agar Polbangtan Malang memberikan seluruh ilmu yang dimiliki kepada peserta secara maksimal.

Menurutnya, kebanggaan seorang pengajar adalah ketika peserta didiknya mampu menjadi lebih baik. Ia juga mengingatkan agar peserta mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat, sehingga apa yang menjadi harapan setelah lulus dari Bektram dapat terwujud.

Melalui pelatihan Bektram ini, diharapkan para peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga jiwa kewirausahaan yang kuat, sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan kesejahteraan, serta berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (*)