MELAWI – Pendampingan pengoperasian drone pertanian di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, mulai menunjukkan hasil nyata. Operator Brigade Pangan kini mampu mengoperasikan drone untuk kegiatan penyemprotan hingga penebaran benih, sehingga proses budidaya menjadi lebih cepat dan efisien.
Kegiatan yang berlangsung di Brigade Pangan Lesung Permai, Kecamatan Pinoh Utara ini merupakan bagian dari Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kementerian Pertanian. Melalui pendampingan berbasis praktik langsung di lapangan, para operator mendapatkan pelatihan intensif dalam pengoperasian drone pertanian.
Hasil dari kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kemampuan operator yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga sudah mampu mengoperasikan drone secara mandiri. Mereka dapat melakukan penyemprotan pupuk dan pestisida cair, penebaran benih dan pupuk padat, serta menguasai aspek teknis seperti penggantian tabung, pengaturan sistem, hingga penerbangan drone secara manual maupun otomatis.
Peningkatan kapasitas ini menjadi kunci dalam mendukung percepatan kegiatan budidaya di lahan pertanian. Dengan penggunaan drone, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga besar kini dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat, dan efisien.
Di tingkat daerah, dampak kegiatan ini mulai dirasakan oleh para pelaku pertanian. Ketua Tim Kerja Kabupaten Melawi, Roni, menyampaikan bahwa kemampuan operator yang meningkat menjadi solusi atas tantangan luasnya lahan.
“Dengan kemampuan operator yang sudah meningkat, penggunaan drone sangat membantu mempercepat proses tanam dan perawatan tanaman di lahan yang luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong keberlanjutan pemanfaatan teknologi ini.
“Ke depan, kami akan terus memantau dan memastikan operator tetap berlatih agar semakin mahir dan teknologi ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya. (*)





