MALANG – Transformasi digital di sektor pertanian terus bergerak maju seiring kebutuhan layanan penyuluhan yang lebih cepat, praktis, dan mudah diakses masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang menghadirkan inovasi aplikasi penyuluhan digital berbasis smartphone bernama E-Suluh.
Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Dea Ramanda, mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), sebagai bagian dari tugas akhir bertajuk “Pengembangan Aplikasi E-Suluh Berbasis Smartphone di BPP Singosari”. Inovasi tersebut dirancang untuk mendukung kegiatan penyuluhan pertanian di wilayah kerja BPP Singosari.
E-Suluh dirancang untuk memperkuat efektivitas penyuluhan pertanian dengan menyediakan berbagai informasi penting dalam satu platform digital. Pengguna dapat mengakses profil BPP Singosari, data statistik wilayah, potensi desa dan komoditas unggulan, materi penyuluhan, hingga informasi penyuluh lengkap dengan wilayah binaan dan kontak yang dapat dihubungi.
Dalam aplikasinya, E-Suluh menyediakan berbagai fitur informasi yang dapat diakses dalam satu platform digital. Pengguna dapat melihat profil BPP Singosari, data statistik wilayah, potensi desa dan komoditas unggulan, materi penyuluhan, hingga informasi penyuluh lengkap beserta wilayah binaan dan kontak yang dapat dihubungi.
Beberapa fitur utama yang tersedia dalam aplikasi E-Suluh antara lain dashboard profil BPP Singosari, menu statistik wilayah, data potensi desa dan komoditas unggulan kelompok tani, materi penyuluhan digital, serta layanan informasi penyuluh pertanian. Di aplikasi ini, tersedia bahan penyuluhan dan data penyuluh lengkap beserta nomor kontak yang bisa dihubungi. Semuanya dapat diakses oleh petani dan peternak.
Dosen pembimbing Yudi Rustandi menjelaskan bahwa E-Suluh merupakan bentuk inovasi media penyuluhan digital berbasis smartphone yang diharapkan mampu memperkaya jenis media penyuluhan yang sudah ada saat ini.
Menurutnya, selama ini banyak aplikasi pertanian menyediakan materi yang bersifat umum karena berasal langsung dari pengelola aplikasi. Sementara E-Suluh memungkinkan penyuluh pertanian lapangan dan petani bersama-sama menyusun materi sesuai kebutuhan daerah masing-masing.
“E-Suluh berpotensi menjadi media penyuluhan digital alternatif. Materi penyuluhan dapat lebih kontekstual karena disusun berdasarkan kebutuhan wilayah dan dapat dimanfaatkan bersama oleh penyuluh maupun petani,” ujarnya.

Ia menambahkan, aplikasi tersebut dikembangkan menggunakan platform no-code Glide Apps sehingga dapat dibuat tanpa kemampuan pemrograman atau coding. Hal itu dinilai mempermudah implementasi teknologi digital di kalangan penyuluh pertanian.
Sementara itu, dosen pembimbing lainnya, Siti Munifah menilai inovasi penyuluhan berbasis digital menjadi kebutuhan penting di era pertanian modern.
Menurutnya, perkembangan teknologi menuju era Digital 4.0 dan Society 5.0 menuntut penyuluh untuk mampu menghadirkan sumber informasi dan literasi digital yang mudah diakses petani.
“Dengan memanfaatkan Glide Apps, sumber informasi dan data dapat disajikan lebih mudah dan dapat diakses oleh petani maupun pengguna lainnya,” katanya.
Pengembangan E-Suluh juga disebut menjadi proyek percontohan implementasi penyuluhan berbasis smartphone di BPP Singosari. Inovasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses transfer informasi dan teknologi pertanian kepada masyarakat.
Dukungan terhadap inovasi generasi muda pertanian juga datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang modern dan mampu bersaing secara global.
Menurut Amran, sektor pertanian saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menilai generasi muda menjadi motor penggerak transformasi pertanian nasional.
“Generasi muda adalah motor penggerak pertanian masa depan. Kreativitas dan inovasi mereka menjadi kunci dalam menjawab tantangan sektor ini,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi E-Suluh dinilai layak dan efektif digunakan sebagai media penyuluhan digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap aspek pengetahuan, keterampilan, fasilitas pendukung, dan efektivitas penyuluhan setelah penggunaan aplikasi oleh penyuluh dan petani di wilayah kerja BPP Singosari. (D)





