Dorong Transformasi Penyuluhan Digital, Mahasiswa Polbangtan Malang Ciptakan “Pandu Tani”

172

Malang – Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang kembali menghadirkan inovasi di bidang pertanian melalui pengembangan aplikasi Pandu Tani, media penyuluhan digital berbasis smartphone yang dirancang untuk mempermudah akses informasi bagi penyuluh, petani, dan peternak. Inovasi tersebut dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Amalia Laili Safuro Ahmad, sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi penyuluhan pertanian di era digital dan society 5.0.

Aplikasi Pandu Tani hadir sebagai solusi penyuluhan modern yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi pertanian dan peternakan secara lebih cepat, praktis, dan mudah diakses melalui smartphone. Fitur yang tersedia meliputi materi edukasi, data statistik, review, hingga informasi potensi desa dan komoditas unggulan wilayah.

Menurut Amalia, pengembangan aplikasi tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan media penyuluhan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“aplikasi Pandu Tani dapat menjadi media penyuluhan digital yang membantu penyuluh dan petani atau peternak dalam memperoleh informasi secara lebih cepat, praktis, dan mudah diakses melalui smartphone. Aplikasi ini diharapkan dapat mendukung penyebaran informasi pertanian dan peternakan secara lebih efektif serta meningkatkan pengetahuan pengguna melalui fitur materi edukasi, statistik, review, dan potensi desa,” ujarnya.

Polbangtan Malang

Pengembangan inovasi mahasiswa tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda pertanian yang modern, profesional, dan berdaya saing global. Menurutnya, sektor pertanian saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika zaman.

“Pertanian masa depan membutuhkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai solusi. Pendidikan vokasi harus menjadi motor penggerak lahirnya SDM pertanian yang modern dan kompetitif,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa generasi milenial dan Gen Z akan menjadi aktor utama dalam transformasi pertanian nasional.

“Generasi muda adalah motor penggerak pertanian masa depan. Kreativitas dan inovasi mereka menjadi kunci dalam menjawab tantangan sektor ini,” ujarnya.

Sementara itu, dosen pembimbing, Siti Munifah,  menilai bahwa inovasi digital menjadi kebutuhan penting dalam sistem penyuluhan pertanian menuju era society 5.0. Menurutnya, penyuluh pertanian dituntut mampu menghadirkan metode pembinaan yang lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi.

“Dengan memanfaatkan aplikasi Glide Apps ternyata sangat mudah untuk menyajikan sumber informasi dan data yang bisa diakses oleh petani dan pengguna lainnya. Sebagai piloting, mahasiswa diarahkan untuk mengimplementasikan rancangan penyuluhan berbasis smartphone di BPP Singosari dan BPP Karangploso. Respon penyuluh sangat antusias karena setiap orang dapat melihat programa penyuluhan lengkap dengan potensi wilayah serta komoditas yang diusahakan petani,” jelasnya.

Aplikasi Pandu Tani dikembangkan menggunakan platform Glide Apps dan Google Sheets dengan konsep no-code development, sehingga mudah diperbarui dan dikembangkan sesuai kebutuhan lapangan. Selain menyediakan materi penyuluhan berbasis teks, gambar, dan video pembelajaran, aplikasi ini juga dilengkapi fitur evaluasi pengguna melalui sistem review serta pre-test dan post-test.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 26 responden di BPP Karangploso, Kabupaten Malang, penggunaan aplikasi Pandu Tani menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan, keterampilan, sikap, dan efektivitas penyuluhan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi penyuluhan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mempercepat transfer informasi kepada petani dan peternak. (*)