MALANG – Kreativitas mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang kembali melahirkan inovasi di bidang pangan lokal. Mahasiswa tingkat IV Program Studi Agribisnis Peternakan (Agrinak), Tria Salsabila, berhasil mengembangkan produk kuliner inovatif bernama ABONIQ, yaitu olahan abon sapi yang dipadukan dengan daging buah kluwih muda sebagai bahan substitusi bernilai gizi tinggi.
Inovasi ini hadir sebagai upaya menghadirkan produk pangan lokal yang tidak hanya lezat, tetapi juga inovatif dan terjangkau. Perpaduan abon sapi dengan buah kluwih muda menghasilkan cita rasa manis, gurih, dan khas, dengan tetap mempertahankan kandungan gizi yang baik bagi konsumen. Kehadiran ABONIQ sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan bahan pangan lokal berbasis nabati yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.
Produk ini merupakan hasil penelitian berjudul “Pemanfaatan Buah Kluwih Muda sebagai Bahan Substitusi Abon Sapi terhadap Mutu Hedonik dan Kandungan Gizi” yang dilakukan di bawah bimbingan dosen M. Saikhu dan Luki Amar.
Tria menjelaskan bahwa pemanfaatan buah kluwih muda dipilih karena teksturnya yang menyerupai serat daging sapi. Karakteristik tersebut membuatnya sangat cocok digunakan sebagai bahan campuran, sehingga mampu menambah volume produk tanpa menghilangkan cita rasa maupun tekstur khas abon sapi.
“Tekstur daging buah kluwih muda yang berserat sangat mendukung untuk diolah bersama daging sapi, sehingga produk tetap memiliki kualitas rasa yang baik sekaligus mendukung diversifikasi pangan lokal,” kata Tria.
Untuk memperluas jangkauan pasar, ABONIQ dipromosikan dan dipasarkan melalui berbagai platform media sosial serta e-commerce. Tria berharap inovasinya dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga berpeluang menembus pasar internasional.
Dosen pembimbing Luki Amar mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, karya yang dihasilkan Tria menunjukkan kemampuan mahasiswa Polbangtan Malang dalam mengembangkan produk pangan kreatif berbasis riset.
“Melalui inovasi ABONIQ, Tria Salsabila menunjukkan bahwa mahasiswa Polbangtan Malang mampu memanfaatkan potensi lokal seperti buah kluwih muda menjadi produk bernilai tambah yang memiliki prospek daya saing di pasar,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa inovasi semacam ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda pertanian mampu menghadirkan solusi kreatif yang mendukung pengembangan pangan lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas daerah. (D)





