Polbangtan Malang Siapkan SDM Pertanian Profesional Dukung Swasembada Pangan

34

Malang – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang kembali melahirkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional melalui Yudisium Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Aula Sasana Giri Sabha Kampus I, Selasa (7/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 666 mahasiswa tingkat I, II, dan III mengikuti Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, yang kemudian dilanjutkan dengan yudisium bagi 32 mahasiswa tingkat IV setelah menyelesaikan seluruh proses pendidikan vokasi.

Prosesi yudisium dipimpin oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerja Sama Polbangtan Malang, Eny Wahyuning P, sebagai penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal pengabdian para lulusan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian melalui kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan memerlukan dukungan sumber daya manusia pertanian yang kompeten, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian.

Menurut Mentan Amran, regenerasi petani melalui pendidikan vokasi menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang siap membawa kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menghasilkan lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, serta menjadi penggerak pembangunan pertanian di berbagai daerah.

Menurutnya, penguatan kompetensi yang didukung pembelajaran berbasis praktik dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri diharapkan mampu melahirkan SDM pertanian yang profesional dan berdaya saing.

Yudisium-polbangtan-malang

Dalam arahannya, Eny Wahyuning P. mengajak para lulusan untuk mengamalkan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan demi kemajuan masyarakat dan sektor pertanian.

“Yang ingin saya tekankan kepada kalian adalah jadilah pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Selama empat tahun kalian telah dididik dan memperoleh kesempatan belajar melalui dukungan negara yang bersumber dari masyarakat,” ujarnya.

“Kini saatnya kalian mengembalikan manfaat tersebut melalui pengabdian dan karya nyata. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, terlebih ketika memiliki ilmu,” ujarnya berpesan. (*)