Belajar Mencintai Bumi dari Dekat, Anak-Anak Jelajahi Dunia Pertanian di Polbangtan Malang

8

Malang – Puluhan anak dari KB–TKIT Robbani Singosari mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Tidak hanya duduk di dalam kelas, mereka diajak keluar untuk melihat, menyentuh, mencoba, hingga menikmati langsung hasil pertanian dan peternakan melalui Kunjungan Edukasi ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

Mengusung tema “Aku Sayang Bumi”, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Selasa (6/10/2026) yang diikuti 70 anak dan Rabu (7/10/2026) dengan 85 anak. Sebanyak 14 guru turut mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Sejak tiba di lingkungan Polbangtan Malang, antusiasme anak-anak sudah terlihat. Mereka diajak mengenal lebih dekat lingkungan kampus pertanian melalui campus tour menggunakan traktor. Bagi sebagian anak, menaiki traktor menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus membuka rasa ingin tahu tentang kendaraan yang digunakan dalam aktivitas pertanian.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kandang sapi. Di sana, anak-anak tidak hanya melihat sapi dari dekat, tetapi juga berkesempatan memberikan pakan dengan didampingi guru dan pendamping. Dari pengalaman tersebut, mereka mulai mengenal bahwa peternakan merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan pertanian dan sumber pangan manusia.

Keceriaan berlanjut ketika anak-anak diajak bersentuhan langsung dengan tanah melalui praktik menanam bibit cabai. Mereka memasukkan media tanam ke dalam polybag dan mengikuti proses penanaman secara sederhana. Aktivitas ini menjadi pembelajaran nyata tentang bagaimana tanaman tumbuh dan mengapa lingkungan perlu dirawat.

Setelah mengenal proses produksi di bidang pertanian dan peternakan, anak-anak kemudian diajak melihat bagaimana hasil alam dapat diolah menjadi produk pangan. Mereka mengenal susu sapi dan buah mangga yang dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat es krim.

pendidikan-anak-usia-dini-pertanian-polbangtan-malangYang membuat kegiatan semakin berkesan, anak-anak tidak hanya melihat proses pengolahan, tetapi juga dapat menikmati es krim bersama-sama. Senyum dan keceriaan pun menjadi penutup dari rangkaian pembelajaran yang mereka ikuti.

Kepala Sekolah KB–TKIT Robbani, Ustadzah Susiani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi ananda untuk mengenal, mencintai, serta menjaga lingkungan dan bumi ciptaan Allah SWT.”

Sementara itu, Manager Teaching Factory (TEFA) Polbangtan Malang, Kuncoro Adhi, menyambut baik kunjungan edukasi tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan minat mereka terhadap pertanian sejak usia dini.

“Kami menyambut baik kunjungan edukasi dari KB–TKIT Robbani ini. Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini dan menumbuhkan minat mereka terhadap pertanian melalui pengalaman belajar secara langsung dan menyenangkan,” ujar Kuncoro.

Menurutnya, pengenalan pertanian tidak harus selalu dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak dapat dikenalkan dengan pertanian melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan dunia mereka, seperti menaiki traktor, memberi makan sapi, menanam tanaman, hingga mengolah dan menikmati hasil pertanian.

Melalui kunjungan tersebut, Polbangtan Malang turut mengambil peran sebagai kampus pertanian yang mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini. Pengenalan tersebut dilakukan melalui pembelajaran yang dekat dengan dunia anak, yaitu melihat secara langsung, mencoba, bermain sambil belajar, dan menikmati hasil dari proses yang telah mereka kenal.

Lebih dari sekadar memperkenalkan pertanian, pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari edukasi pertanian berkelanjutan. Anak-anak dikenalkan bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menanam dan merawat tanaman, menjaga hewan, memanfaatkan hasil alam dengan bijak, serta memahami bahwa pangan yang dinikmati sehari-hari berasal dari proses panjang yang perlu dihargai.

Bagi anak-anak, kegiatan ini mungkin terasa seperti sebuah petualangan menyenangkan. Namun di balik perjalanan menaiki traktor, memberi makan sapi, menanam cabai, hingga menikmati es krim bersama, terselip pesan penting bahwa mencintai bumi dapat dimulai sejak kecil.

Polbangtan Malang berharap pengalaman belajar secara langsung seperti ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kecintaan generasi muda terhadap pertanian. Sebab, mengenalkan pertanian sejak usia dini bukan hanya memperkenalkan profesi dan aktivitas bercocok tanam, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa keberlanjutan kehidupan manusia sangat erat kaitannya dengan bagaimana kita menjaga bumi dan sumber daya alamnya. (D)