Malang – Komitmen mencetak sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi terus diwujudkan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang melalui berbagai inovasi mahasiswa. Salah satunya ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan, Muhammad Abdi Firmansyah, yang mengembangkan SIPNAK (Sistem Informasi Arsip Peternakan) untuk mendukung digitalisasi administrasi di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan.
Inovasi berbasis website tersebut hadir sebagai solusi atas kebutuhan pengelolaan arsip dan dokumen peternakan yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual. SIPNAK memungkinkan pengelolaan dokumen secara lebih cepat, aman, terintegrasi, dan mudah diakses oleh petugas dalam mendukung pelaksanaan tugas administrasi maupun pelayanan publik.
Melalui platform ini, berbagai dokumen penting seperti arsip pemerintahan, laporan survei lapangan, hingga pencatatan kegiatan dapat diunggah, dikategorikan, dan ditelusuri kembali dalam satu sistem digital. Kehadiran SIPNAK diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus meminimalkan risiko kehilangan data yang kerap terjadi pada pengelolaan arsip konvensional.

Muhammad Abdi Firmansyah menjelaskan bahwa ide pengembangan SIPNAK muncul saat dirinya menjalani kegiatan magang di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan. Dari pengalaman tersebut, ia melihat kebutuhan akan sistem yang dapat membantu pengelolaan dokumen secara lebih tertata dan efisien.
“Banyak dokumen penting yang perlu ditata dengan rapi agar mudah dicari kembali ketika dibutuhkan untuk pelaporan, evaluasi, maupun penyusunan kebijakan. Karena itu, saya berupaya menghadirkan sistem yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan instansi,” ujar Abdi.
Selain berfungsi sebagai pusat penyimpanan arsip digital, SIPNAK juga dilengkapi fitur pencarian dokumen yang lebih spesifik dan akurat. Sistem ini mencatat rekam jejak aktivitas pengguna sehingga proses pemantauan dan penelusuran dokumen dapat dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel.
Pengembangan SIPNAK dilakukan melalui kolaborasi dengan staf Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan, khususnya dalam proses digitalisasi dokumen, hasil survei lapangan, serta data pendukung kegiatan dinas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola administrasi, mempercepat pencarian arsip lama, serta mendukung penyusunan laporan kinerja secara lebih efektif dan efisien.
Ketua Program Studi Agribisnis Peternakan Polbangtan Malang, Dewi Ratih Ayu Daning, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan mahasiswa sebagai bentuk implementasi keilmuan sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan sektor peternakan.
“SIPNAK menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan di lapangan dan menerjemahkannya menjadi solusi berbasis teknologi yang aplikatif. Inovasi ini tidak hanya mendukung pengarsipan digital, tetapi juga memperkuat manajemen data, meningkatkan efisiensi kerja, serta mendukung pelayanan publik yang lebih cepat dan akurat di sektor peternakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dewi Ratih berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui penyempurnaan fitur dan perluasan implementasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak instansi.
“Sebagai UPT pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Malang berkomitmen menyiapkan generasi muda pertanian yang mampu menciptakan inovasi dan menjawab tantangan modernisasi sektor pertanian serta peternakan. SIPNAK menjadi bukti bahwa mahasiswa Polbangtan Malang mampu menghadirkan solusi yang relevan, inovatif, dan memberikan manfaat langsung bagi dunia kerja maupun masyarakat,” tambahnya.
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana, menegaskan bahwa pengembangan SIPNAK selaras dengan upaya Polbangtan Malang dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.





