Inovasi Pangan Mahasiswa Polbangtan Malang Antar Raih Juara Nasional pada Kompetisi BMC 2026

46

MALANG – Mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua mahasiswa, Wahyu Setiawan Shaputra dan Raihan Faishal Arriq S.B, berhasil meraih Juara 1 dan Juara 3 pada Lomba Poster Business Model Canvas (BMC) The World Kopma 2 yang diselenggarakan oleh Universitas Wiraraja Madura pada 9 Mei 2026. Dalam ajang bergengsi tersebut, keduanya sukses mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui inovasi bisnis kreatif berbasis pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda pertanian yang modern dan berdaya saing global. Menurutnya, sektor pertanian saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika zaman.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa generasi milenial dan Gen Z akan menjadi aktor utama dalam transformasi pertanian nasional.

“Generasi muda adalah motor penggerak pertanian masa depan. Kreativitas dan inovasi mereka menjadi kunci dalam menjawab tantangan sektor ini,” ujarnya.

Prestasi mahasiswa Polbangtan Malang ini menjadi bukti nyata implementasi arah kebijakan tersebut, di mana mahasiswa vokasi pertanian mampu menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki nilai bisnis yang kompetitif.

Wahyu Setiawan Shaputra berhasil meraih Juara 1 melalui inovasi bertajuk GA-STIK: Inovasi Camilan Sehat Berbasis Gambas dengan Substitusi Tepung Cangkang Telur sebagai Upaya Pencegahan Stunting dan Pemberdayaan Ibu PKK di Kabupaten Lamongan. Gagasan ini mengusung model bisnis sociopreneur yang mengintegrasikan inovasi pangan sehat dengan pemberdayaan masyarakat lokal.

Produk GA-STIK menghadirkan camilan sehat berbahan dasar gambas dengan substitusi tepung cangkang telur yang kaya kalsium sebagai alternatif pangan bergizi dalam upaya pencegahan stunting pada anak. Selain fokus pada nilai kesehatan dan keberlanjutan, inovasi ini juga memberdayakan ibu rumah tangga serta pelaku UMKM di Kabupaten Lamongan melalui pelatihan produksi, pengolahan pangan, hingga pemasaran produk. Distribusi dilakukan secara langsung maupun digital melalui platform e-commerce serta kemitraan strategis dengan sekolah, koperasi, dan pemerintah daerah sehingga mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Raihan Faishal Arriq S.B meraih Juara 3 melalui inovasi WING-BE: Optimalisasi Limbah Bekatul sebagai Bahan Baku Inovatif Wingko untuk Keberlanjutan Industri Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal. Business model yang diusung WING-BE menitikberatkan pada konsep bisnis berkelanjutan dengan mengoptimalkan limbah bekatul sebagai bahan baku utama produk pangan inovatif bernilai tambah.

WING-BE menghadirkan varian wingko sehat berbahan dasar bekatul yang diproses secara alami tanpa bahan pengawet sehingga menghasilkan camilan bernutrisi tinggi untuk berbagai kalangan usia. Inovasi ini tidak hanya berorientasi pada kualitas produk, tetapi juga mengedepankan misi sosial melalui pemberdayaan masyarakat sekitar dengan memanfaatkan potensi lokal guna meningkatkan perekonomian daerah.

Strategi distribusi dilakukan secara terintegrasi melalui saluran digital serta kemitraan dengan dinas terkait, reseller, dan kantin sekolah, sehingga mampu menciptakan nilai ekonomi yang kompetitif sekaligus mendukung keberlanjutan industri pangan ramah lingkungan. (*)