Kembangkan Usaha Petani Muda, Polbangtan Malang Gelar DMSF dan Pameran Produk di Pasuruan

216

PASURUAN – Dalam rangka pelaksanaan forum lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS) di Kabupaten Pasuruan Tahun 2024 dan keberlanjutannya, diadakan Forum Koordinasi Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten dalam Pelaksanaan/District Multi Stakeholder Forum (DMSF) Program YESS Tahun 2024 dan Pameran Produk Hasil Pendampingan Program YESS pada 14 Juni 2024.

Produk yang dipamerkan merupakan produk penerima manfaat YESS di 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan dari berbagai jenis mulai dari produk segar,produk olahan, maupun agro input.

Pelaksanaan District Multi Stakeholders Forum [DMSF] yang digelar dengan mendatangkan (Pj.) Bupati Pasuruan, Andrianto dan para stakeholders lainnya berkomitmen untuk meneruskan Program YESS di Pasuruan.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama stakeholders lainnya akan terus memberikan dukungan penuh kepada keberlanjutan pelaksanaan program YESS. Sehingga ke depannya akan semakin berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan memberi dukungan kepada petani.

“Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia dapat menjadi faktor dalam keberlangsungan pangan nasional, untuk itu petani muda harus menjadi contoh kepada petani lainnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan  keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian.

Polbangtan-Malang-menggelar-DMSF-a.jpg

“Mereka (petani milenial) diharapkan mampu menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Apalagi, sudah banyak petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Pj Bupati Pasuruan, Andrianto menuturkan, di era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang ini, sektor pertanian tidak lagi hanya mengandalkan metode tradisional. Diperlukan inovasi, teknologi, dan semangat baru yang datang dari generasi muda kita, para petani milenial.

“Mereka adalah masa depan pertanian kita, yang akan membawa perubahan dengan ide-ide segar dan teknologi terkini,” ujar Andrianto.

Program Petani Milenial ini dirancang untuk memberikan dukungan penuh kepada para petani muda agar mereka dapat mengoptimalkan potensi mereka.

Dengan pelatihan, lanjut dia, akses terhadap teknologi modern, dan bimbingan dari para ahli, kita yakin para petani milenial dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Melalui program YESS diharapkan dapat mencetak generasi petani yang tidak hanya mahir dalam bertani, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Produk pertanian sangat penting untuk masyarakat, packaging yang pantas dan modern dapat meningkatkan nilai jual produk.

Petani milenial harus lebih kreatif dalam menciptakan usaha. YESS sangat membantu pemerintah dan pemuda pertanian guna untuk mengembangkan usaha. Generasi Z dan generasi milenial butuh bimbingan salah satunya dari YESS dan Pemda untuk mengembangkan usaha. kolaborasi dari semua pihak adalah kunci keberhasilan kita dalam menciptakan generasi muda yang produktif dan inovatif di bidang pertanian.

Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana berpendapat “YESS merupakan inisiatif yang sangat penting untuk mendorong kewirausahaan dan peningkatan kesempatan kerja bagi pemuda di sektor pertanian. Dengan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak yang hadir di sini, saya yakin kita dapat mencapai tujuan tersebut”.

Forum DMSF merupakan wadah yang sangat penting untuk berbagi ide, pengalaman, dan strategi guna mengoptimalkan pelaksanaan Program YESS. Dalam forum DMSF, mendiskusikan tantangan yang dihadapi para petani milenial serta mencari solusi bersama yang inovatif dan efektif.

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu Bupati dan seluruh jajaran pemerintahan daerah yang telah memberikan dukungan penuh terhadap program ini,” ujar Udrayana.

“Dukungan yang kuat dari pemerintah daerah sangat krusial untuk kesuksesan program YESS,” sambungnya.

Selain itu, Udrayana berterima kasih juga kepada semua pemangku kepentingan mulai dari sektor pendidikan, dunia usaha, hingga komunitas pertanian.

“Partisipasi aktif dan kolaborasi dari semua pihak adalah kunci keberhasilan kita dalam menciptakan generasi muda yang produktif dan inovatif di bidang pertanian,” ujar Setya Budhi Udrayana

Sementara Anis Nur Hasanah menyatakan bahwa usaha yang bergerak di bidang pertanian yaitu olahan bunga rosella yang sebelumnya mampu memproduksi hanya 800 dus dengan harga 20.000 setelah mendapatkan bantuan hibah dari program YESS omset dan jumlah produksinya naik menjadi 3500 dus dengan harga Rp30.000.

Hal itu menunjukan bahwa Program YESS menjadi Program yang memiliki hasil yang nyata terhadap dukungan UMKM untuk mengembangkan usahanya . Tak hanya itu Stakeholder juga berperan penting untuk pendampingan dan kemajuan untuk petani milenial yang terjun di bidang pertanian.

Hamzah (Jamur Tiram Pasrepan), Bumdes memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa, dan sektor pertanian merupakan salah satu fokus utama . pertanian adalah tulang punggung perekonomian desa, dan dengan adanya para petani milenial, kita dapat mendorong perubahan yang positif dan berkelanjutan. Melalui program-program yang di jalankan, Bumdes berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para petani milenial. menyediakan berbagai fasilitas, pelatihan, dan akses ke teknologi modern agar para petani muda dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal.

Acara yang DMSF dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan replikasi program YESS dari berbagai pemangku kepentingan dengan harapan bahwa program YESS akan diteruskan dikabupaten Pasuruan jika Program YESS akan usai pada 2025. (*)