Mahasiswa Polbangtan Malang Perkuat Peran dalam Mewujudkan Swasembada Pangan

63

SIDOARJO – Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, salah satu UPT pendidikan di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, terus menunjukkan keterlibatan aktif dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Hal ini tercermin dalam keikutsertaan mereka pada kegiatan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kompleks gudang Perum Bulog Banjar Kemantren, Sidoarjo, Minggu (19/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengundang perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari wilayah Surabaya dan sekitarnya, termasuk mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat baik sebagai hasil kerja keras bersama antara pemerintah dan petani.

“Stok beras kita dalam kondisi aman dan sangat memadai. Ini adalah hasil kerja keras petani yang didukung kebijakan pemerintah, termasuk dalam penyerapan gabah. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian.

“Mahasiswa pertanian harus terlibat langsung di lapangan. Mereka adalah generasi penerus yang akan memperkuat ketahanan pangan nasional ke depan,” tegasnya.

Presiden BEM Polbangtan Malang, Muhammad Siril Aufa, menyampaikan bahwa pengalaman melihat langsung kondisi stok pangan nasional menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa.

“Kami melihat langsung kondisi di gudang Bulog yang penuh. Ini menunjukkan bahwa upaya swasembada pangan berjalan nyata. Bagi kami mahasiswa, ini menjadi motivasi untuk terus terlibat dalam mendukung sektor pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa Polbangtan Malang, Danang Pramudya, menambahkan bahwa mahasiswa telah mengambil peran melalui program brigade pangan yang tersebar di berbagai wilayah.

“Mahasiswa Polbangtan se-Indonesia telah ditugaskan sebagai brigade pangan di beberapa daerah. Kami mendampingi petani secara langsung dalam mendukung program swasembada pangan,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa penugasan tersebut telah menjangkau wilayah seperti Sumatera Selatan dan akan berlanjut ke Kalimantan Tengah sebagai bagian dari penguatan implementasi program di lapangan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda, khususnya mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, menjadi elemen kunci dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Sinergi ini tidak hanya memperkuat implementasi program di lapangan, tetapi juga memastikan adanya regenerasi pelaku utama sektor pertanian yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

Keterlibatan aktif mahasiswa melalui pendampingan petani, penguatan brigade pangan, serta partisipasi langsung dalam program strategis Kementerian Pertanian menjadi bukti nyata bahwa generasi muda memiliki peran signifikan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Polbangtan Malang sebagai kampus berdampak yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia secara berkelanjutan. (*)