MALANG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam arahannya terkait akreditasi perpustakaan mengatakan bahwa pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung pengembangan perpustakaan yang memenuhi standar. Ia menekankan bahwa perpustakaan harus terus melakukan peningkatan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan informasi terutama dalam sektor pertanian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti terkait Akreditasi Perpustakaan mengatakan bahwa konsep pertanian modern membutuhkan SDM yang berkualitas serta memasifkan kegiatan akreditasi perpustakaan.
Dengan demikian, menurutnya perlunya meningkatkan kualitas SDM pertanian, membangun kolaborasi antar instansi, serta mengupayakan proses akreditasi yang disiplin dan tuntas.
Perpustakaan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) berhasil meraih nilai akreditasi “A” dalam reakreditasi yang dilakukan pada Jumat (22/11/2024). Prestasi ini menegaskan komitmen Polbangtan Malang dalam mendukung kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas perpustakaan yang unggul.
Reakreditasi ini merupakan bagian dari proses untuk menilai mutu layanan, koleksi, infrastruktur, dan tata kelola perpustakaan. Tim asesor dari Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional memberikan apresiasi atas berbagai inovasi yang diterapkan, termasuk digitalisasi koleksi, sistem peminjaman berbasis teknologi, serta program literasi informasi bagi mahasiswa dan dosen.
Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana menyampaikan bahwa ini momen yang membanggakan di mana Perpustakaan Polbangtan Malang telah berhasil meraih akreditasi dengan predikat A dari Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional.
Capaian ini tidak hanya menjadi sebuah pengakuan atas upaya yang selama ini kita lakukan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Polbangtan Malang dalam menyediakan fasilitas pendidikan berkualitas tinggi.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim perpustakaan, para dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang telah berkontribusi dalam mendukung proses reakreditasi ini,” ujarnya.
“Tidak lupa, saya sampaikan terima kasih kepada para asesor yang telah memberikan masukan dan arahan berharga demi perbaikan layanan perpustakaan kita ke depan,” lanjut dia.
Menurutnya, predikat ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu layanan perpustakaan sebagai pusat informasi dan pembelajaran.
“Dengan berbagai inovasi yang telah diterapkan, seperti digitalisasi koleksi, sistem peminjaman berbasis teknologi, dan program literasi informasi, saya optimis perpustakaan kita dapat menjadi role model bagi lembaga pendidikan lainnya, khususnya di bidang vokasi pertanian,* ujarnya..
Ke depan, ia mengajak untuk menjadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. Kita perlu meningkatkan keberagaman koleksi, memperluas aksesibilitas layanan, serta memastikan bahwa perpustakaan Polbangtan Malang mampu menjawab tantangan di era digital. Dengan demikian, dapat mendukung visi Polbangtan Malang untuk mencetak generasi muda pertanian yang unggul, inovatif, dan kompetitif.
“Saya mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan perpustakaan ini sebaik-baiknya demi kemajuan pendidikan dan penelitian kita. Semoga dengan kerja keras dan sinergi, Polbangtan Malang terus menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya. (*)





