MALANG – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menggelar refreshment kedisiplinan bagi mahasiswa tingkat IV dari seluruh program studi bekerja sama dengan prajurit Pusat Latihan Kerja (Puslatker) TNI AL Bedali Lawang.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bundar Kampus I, Senin (13/7/2026) ini dipimpin langsung oleh Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana, sebagai upaya memperkuat kembali karakter disiplin mahasiswa usai menyelesaikan program magang sebelum memasuki tahap akhir pendidikan.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polbangtan Malang dalam memastikan mahasiswa tetap menjaga nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang telah dibentuk selama menempuh pendidikan. Penguatan karakter tersebut dinilai penting sebagai bekal memasuki dunia kerja sekaligus menghadapi tantangan pembangunan sektor pertanian yang semakin dinamis.
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana, menegaskan bahwa setiap mahasiswa tengah berada dalam fase pembentukan karakter dan kompetensi. Menurutnya, proses yang dijalani selama pendidikan merupakan bagian penting untuk melahirkan sumber daya manusia pertanian yang tangguh, berintegritas, dan profesional.

Ia juga mendorong mahasiswa meneladani para alumni yang telah berhasil mengabdi di masyarakat serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa kemajuan sektor pertanian Indonesia.
“Kalian sedang berada dalam fase berproses. Proses memang tidak mudah, tetapi di situlah karakter dan kompetensi dibentuk. Nikmati setiap prosesnya, jadilah pribadi yang tangguh, dan persiapkan diri menjadi insan pertanian yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Uud, sapannya.
Ia menambahkan, lulusan Polbangtan Malang memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program prioritas Kementerian Pertanian, termasuk percepatan pencapaian swasembada pangan melalui target perluasan areal tanam sebesar 1 juta hektare setiap bulan
Menurutnya, target tersebut membutuhkan sumber daya manusia pertanian yang disiplin, kompeten, dan mampu bekerja sama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. (*)





