Sinergi Polbangtan Malang Bersama TNI-Polri Dukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Malang

180

MALANG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan arahan penting terkait panen raya padi dan jagung yang mendukung akselerasi pangan nasional. Beliau meminta Bulog untuk menyerap produksi guna menjaga stabilitas harga, menggelar panen raya jagung di berbagai daerah, serta mengaktifkan lahan tidur untuk meningkatkan produksi. Mentan Amran juga menekankan pentingnya percepatan panen untuk swasembada pangan dan berkolaborasi dengan TNI dalam Gebyar Panen Raya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP Idha Widi Arsanti, memberikan arahan penting terkait panen raya padi dan jagung dengan fokus pada optimalisasi lahan rawa untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas, sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Ia juga menekankan peningkatan kualitas SDM pertanian sebagai kunci keberhasilan program Kementerian Pertanian, serta pentingnya akses permodalan bagi petani untuk mendukung produktivitas. Peran strategis penyuluh pertanian sebagai garda terdepan pembangunan pertanian turut ditekankan, bersama dengan upaya peningkatan produksi padi dan jagung melalui program UPSUS guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh pemerintah, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) serta Dandim 0818/Malang-Batu, Letkol Inf.Yuda Sancoyo, M.Han., bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang dan Kota Batu, melaksanakan kegiatan Panen Raya Padi dan Jagung di Kecamatan Turen, Senin (23/9/2024). Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kolonel Inf Setyo Wibowo, S.I.P., M.Sos., Komandan Korem 083/Baladhika Jaya (Danrem 083/BDJ).

Panen raya ini berlangsung di lahan binaan Kodim 0818/Malang-Batu milik Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, yang terletak di Kelurahan Sedayu RT 12 RW 03, Kecamatan Turen. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan TNI AD terhadap program ketahanan pangan nasional. Pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui peningkatan produksi dan cadangan pangan di berbagai daerah, termasuk Malang dan Batu.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Yuda Sancoyo menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan institusi pendidikan seperti Polbangtan.

“Banyak lahan tidur yang belum kita kelola sehingga kedepannya tidak ada lagi lahan tidur dan terimakasih kepada para bapak ibu semuanya yang telah ikut aktif berperan dalam mensukseskan Ketahanan Pangan Nasional.” Ia juga menambahkan bahwa panen raya ini adalah berkat kerja sama antara TNI, para petani, Kadistan, dan Polbangtan malang yang turut mendukung langsung kegiatan ini.

Dr. Ir. Nurdiah Husnah, M.Si., Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Provinsi Jawa Timur, juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kodim 0818 dan Polbangtan Malang atas inisiatif tinggi mereka untuk berkolaborasi dengan petani, sehingga menghasilkan panen yang sangat memuaskan.

Kolonel Inf Setyo Wibowo menambahkan, “Kehadiran TNI, Polri, dan Pemda harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Panen raya ini diharapkan dapat mendorong para petani untuk lebih bersemangat dan inovatif dalam bercocok tanam.”

Danrem 083 juga mengapresiasi kepada Dandim 0818 dan seluruh pihak yang terlibat dalam panen raya ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang mandiri dalam hal produksi pangan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna M Sani Putera, juga tampak mendampingi kegiatan panen raya ini. Menurutnya, tanaman padi yang dipanen ini dari jenis padi inbrida varietas ciberes, dengan provitas atau kapasitas produksi tanaman mencapai 9 ton/hektare.

Panen Raya Padi dan Jagung ini menunjukkan komitmen TNI, Forkopimda,dinas pertanian dan  Polbangtan  Malang serta para stakeholder dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani. Acara ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih semangat dalam bercocok tanam dan berinovasi dalam sektor pertanian. (*)