Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polbangtan Malang dan Kodam V Brawijaya Gelar Kerjasama

161

MALANG – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik besok maupun akan datang adalah pertanian, dan SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunannya.

“Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita. Kita harus menekan impor, bahkan harus bisa stop impor. Kita harus mampu ekspor,” katanya beberapa waktu lalu.

Mentan Amran mengingatkan, SDM pertanian mulai penyuluh hingga petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi di Jakarta pada konferensi pers TOT Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional mengatakan, padi merupakan salah satu komoditas yang strategis.

“Tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut harus diantisipasi dengan mengenjot produksi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri,” katanya di Jakarta, Kamis (25/4/2024).

Kunci dalam Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional, kata Dedi Nursyamsi, adalah meningkatkan produksi karenanya, segala sumber daya dan dukungan perlu difokuskan bagi peningkatan produksi pada musim tanam yang sedang berlangsung maupun yang akan datang.

Polbangtan-Malang-a.jpg

Dia menambahkan, Kementan selama ini telah menerapkan pendekatan yang holistik dalam mendukung budidaya padi termasuk jagung.

“Dukungan sarana dan prasarana ditujukan pada proses hulu sampai hilir, dari penyiapan lahan sampai pengolahan. Pada setiap proses ini, upaya peningkatan kapasitas SDM juga terus dilakukan,” kata Dedi.

Dalam menyukseskan Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) melalui Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) melakukan pendampingan kepada petani di desa mitra dengan melibatkan dosen, mahasiswa, babinsa, dan petugas lapang lainnya, untuk meningkatkan kapasitas petani dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Kegiatan ini berdasarkan rapat koordinasi dengan Kodam V Brawijaya secara online pada Selasa (21/5/2024) yang dilaksanakan di ruang sidang Polbangtan Malang yang diikuti oleh jajaran pimpinan Polbangtan Malang, UPPM, dosen dan juga seluruh Koramil se Jawa Timur.

Kegiatan pendampingan peningkatan produktivitas dan produksi pertanian ini dilaksanakan pada Bulan Mei hingga Juni 2024. Kegiatan ini melibatkan peran dosen, mahasiswa, babinsa, dan petugas lapang meliputi sejumlah 32 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dalam keterangannya Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana mengatakan, kegiatan pendampingan yang dilaksanakan pada Mei hingga Juni 2024 ini merupakan upaya konkret kami dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan di wilayah Jawa Timur.

“Kami percaya bahwa dengan sinergi antara dosen, mahasiswa, babinsa, dan petugas lapang, kita dapat meningkatkan kapasitas petani di Desa Mitra, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di sektor pertanian,” ujar Udrayana.

Polbangtan Malang, kata dia, menghargai dukungan dari Kodam V Brawijaya dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya tersebit. Dia menjelaskan, pendampingan yang dilakukan tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga sikap dan semangat kewirausahaan para petani.

“Kami berharap dapat berkontribusi dalam memastikan ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Timur,” imbuhnya.

Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Polbangtan Malang untuk terus mendukung program-program pemerintah dalam bidang pertanian dan berkontribusi secara nyata dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan di Indonesia.